Pilu Mendalam Dirasakan Ahmad, Setelah Ditinggal Mati Kekasih Sehari Sebelum Pernikahan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Pilu Mendalam Dirasakan Ahmad, Setelah Ditinggal Mati Kekasih Sehari Sebelum Pernikahan

Momen bahagia yang harusnya dirasakan Ahmad Sabriyan, kini berubah menjadi kisah pilu. Wanita yang akan dinikahinya, telah pergi untuk selama-lamanya.

MUHAMMAD SALEH, Tarakan

SAMPAI hari ini, Ahmad Sabriyan belum percaya akan kepergian Nurhayati, calon istrinya yang meninggal sehari sebelum acara pernikahan. Kepergian Nur yang secara tiba-tiba itu membuat Ahmad Sabriyan seperti baru bermimpi. Sebab, Ahmad tak ada firasat sama sekali bahwa calon istrinya itu akan meninggalkannya untuk selama-lamanya.

“Saya masih tidak percaya saja,” ujarnya.

Disampaikan Ahmad, ia harus berusaha melupakan almarhum. Karena ia dan almarhum sudah di alam yang berbeda. Handphone dan cincin pernikahan mereka akan diberikan kepada kedua orangtua almarhum untuk dibawa pulang. Sedangkan untuk foto-foto mereka akan dihapus agar ia tidak selalu teringat akan calon istrinya itu. “Saya harus melupakan Nur. Karena kalau saya ingat terus akan membayangi kehidupan saya. Mungkin ini sudah jalan yang diberikan Tuhan kepada saya. Hidup saya harus terus berlanjut dan saya harus melupakannya,” katanya.

Mardiyana, kakak almarhum, mengatakan Nur adalah anak yang periang. Sebelum meninggal, ia dan keluarga datang ke Tarakan satu minggu sebelum pernikahan. “Saya, ibu dan bapak datang ke Tarakan dari Bone, Sulawesi Selatan karena almarhum menghubungi kami kalau dia mau menikah,” tutur Mardiyana.

Sehari sebelum pernikahan, almarhum masih tampak sehat dan tak ada keluhan. Hanya saja, memang diketahui kalau almarhum memiliki riwayat penyakit asma. Ketika itu, almarhum tidak ada mengatakan kalau dia sakit. “Saya juga tak percaya akan kepergian adik saya. Saya tak menyangka semua ini terjadi,” ucapnya.

Sementara itu, Lampa, ayah almarhum, juga menuturkan kalau ia tidak memiliki firasat akan kepergian anak keduanya itu. Nurhayati sudah beberapa tahun merantau ke Tarakan untuk bekerja di salah satu supermarket untuk membantu keluarga.

Nur juga diakui anak yang sangat berbakti kepada orangtuanya. Setelah almarhum menghubunginya untuk datang ke Tarakan, karena ia hendak menikah, Lampa dan keluarga lainnya sangat senang dengan kabar itu. Ia kemudian berangkat dari Sulawesi Selatan untuk mendatangi anaknya.

Karena, selain hendak melihat anaknya menikah, ia juga rindu setelah lama tak bertemu dengan Nurhayati. “Satu minggu kami di sini sebelum pernikahannya, anak saya justru meninggalkan kami semua,” ungkapnya dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.

Ia juga meminta kepada Ahmad Sabriyan agar tabah akan kepergian anaknya. Sebab, ini semua merupakan kehendak Allah SWT. “Kita harus mendoakan Nurhayati agar diterima di sisi-Nya. Saya dan Ahmad hingga keluarga besar lainnya harus mengikhlaskan kepergian Nur,” tandasnya. (*/fen)

loading...
Click to comment
To Top