Sebelum Wihara itu Dilempar Bom, Tiba-tiba… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Sebelum Wihara itu Dilempar Bom, Tiba-tiba…

bom-wihara-singkawang

FAJAR.CO.ID SINGKAWANG – Senin (14/11) sekitar pukul 04.30, telepon Khim Liong tiba-tiba berdering. Dia pun mendadak terkejut.

Dia rupanya mendapat kabar bahwa ada yang melempari Wihara Budi Dharma Singkawang dengan bom molotov, Senin (14/11) dini hari. Kejadian diduga pukul 02.30, ketika kelenteng tengah sepi-sepinya.

Sebagai pengurus, Khim Liong mengaku sangat heran mengapa ada yang sampai hati mau membakar rumah ibadah yang dikenal dengan nama Kelenteng Kwan Im Kiung itu.

“Memang kelenteng saat itu tidak dijaga,” ujarnya Selasa (15/11).

Syukurlah, entah serius atau tidak, bom molotov itu hanya mengenai sisi samping kelenteng yang terletak di Jalan GM Situt, Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, itu.

Bom sumbu api tersebut mendarat dekat pintunya yang berteralis. Jelaga dan bekas hangus hitam masih terlihat di dinding pagar bagian dalam.

“Sudah dibersihkan, tapi sisanya masih ada. Bekas-bekasnya yang tampak menghitam,” terang Khim Liong menunjukkan sasaran.

Petugas kepolisian sudah mengamankan barang bukti berupa tiga botol bom molotov.

“Sepertinya dalam botol itu bau bensin,” tuturnya.

Sejauh ini, peribadatan di wihara tak mengalami gangguan.

Umat tetap melaksanakan sembahyang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Pun kemarin bertepatan dengan sembahyang tanggal 15 penanggalan Imlek atau Cap Go.

Tapi, tetap saja, peristiwa ini mengagetkan warga setempat yang sering beribadah di sana.

Seperti diakui oleh Teddy Phang. Sepengetahuan dia, tidak ada gelagat aneh sebelum terjadinya pelemparan molotov tersebut.

“Sebagai umat, kita serahkan ini ke pihak kepolisian untuk menyelidikinya,” ujarnya.

Kepolisian sendiri belum bisa merinci kejadian tersebut lebih jauh.

Waka Polres Singkawang, Kompol Dhani Catra Nugraha menyatakan, telah berkoordinasi dengan TNI setempat.

“Babinkamtibmas kita instruksikan untuk turun ke tokoh masyarakat dan tokoh agama,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menempatkan lima personil di gereja besar dan dua personil untuk gereja kecil menyusul peristiwa pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11).

“Kita mengimbau semua pihak turut membuat Singkawang tetap kondusif,” ujar Wakapolres Singkawang, Kompol Dhani Catra Nugraha, Selasa (15/11).

loading...
Click to comment
To Top