Anak Buah Mega Tak Terima Ahok Jadi Tersangka, Ini Alasannya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Anak Buah Mega Tak Terima Ahok Jadi Tersangka, Ini Alasannya

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Penetapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka kasus penistaan agama, membuat geram kader PDIP.

Salahsatunya, Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Pusat PDIP Junimart Girsang mengaku kecewa dengan sikap Bareskrim Polri.

Junimart beranggapan bahwa penetapan Ahok sebagai tersangka tidak sesuai prosedur hukum.

Kata Junimart, dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) penetapan tersangka harus dalam proses penyidikan bukan dalam proses penyelidikan.

“Oleh karena itu Mabes Polri telah melakukan pelanggaran hukum. Dalam rangka penegakan hukum kan tidak boleh begitu,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11).

Junimart melanjutkan, hal lain yang perlu dicermati adalah peraturan presiden Nomor 1 Tahun 1965 yang belum dicabut hingga saat ini dan bisa diterapkan kepada semua orang.

Yakni, apabila ada dugaan ataupun seseorang yang melakukan penistaan agama, langkah pertama yang harus dilakukan menurut prepres tersebut adalah menegur, mengingatkan yang bersangkutan.

Atau, apabila tetap mengulangi, maka baru diterapkan Pasal asal 156 a KUHP juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun pasal tersebut berbunyi ‘Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia,’

“Kan begitu jadi, tidak seketika pasal 156 a diterapkan yang ini dikritisi oleh Mabes Polri,” sambung Junimart.

Lagipula, kata anggota komisi III DPR itu, pasal tersebut pernah ditolak Mahkaman Konstitusi (MK) saat diajukan uji materil.

“Kenapa itu ditolak alasan MK itu harus kembali perpres nomor 1 Tahun 1965. Nah ini tidak diterapkan oleh Mabes Polri,” jelasnya.

Karena itu, sebagai kepala bantuan hukum advokasi pusat PDIP Junimart amat sangat kecewa dengan keputusan tersangka Ahok oleh pihak Kepolisian.

“Secepat mungkin kami akan melakukan koordinasi komunikasi dengan DPP partai dan Ahok untuk menyikapi status tersangka dan cekal,” pungkas Junimart.

Click to comment
To Top