Mantan Calon Bupati Buton Tuding Agus Feisal Pembohong – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Mantan Calon Bupati Buton Tuding Agus Feisal Pembohong

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan calon Bupati Buton periode 2011-2016 La Uku menuding Agus Feisal Hidayat berbohong.

Agus dituding berbohong karena telah memberikan pernyataan tidak benar kepada awak media usai memberikan kesaksian di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Ungkapan La Uku yang menyebut Agus pembohong tersebut karena Agus menyatakan bahwa gugatan yang dilayangkan oleh dirinya di Mahkamah Konstitusi (MK) 2011 silam atas desakan dari Samsu Umar Abdul Samiun.

Untuk diketahui, Agus Feisal dihadapan media beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa, yang menyusun gugatan pasangan La Uku-Dani ke MK hingga terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) adalah kuasa hukum Umar Samiun yang bernama Dian Farizka dengan imbalan uang sebesar Rp10 juta rupiah.

“Kalau seperti itu yang disampaikan Agus, berarti dia itu pembohong, itu tidak benar. Karena apa yang dia sampaikan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada,” tegas La Uku di Jakarta, Selasa (15/11) malam.

Dijelaskan, proses gugatan yang dilayangkan ke MK sebelumnya telah melalui proses panjang yang berawal dari keputusan KPUD Buton yang membatalkan pasangan La Uku-Dani tidak mendasar.

Menurutnya, apa yang dilakukan KPUD dibawah kepemimpinan La Biru saat itu karena KPUD sebagai penyelenggar pemilu tidak mengakomodir hak-hak konstitusionalnya sebagai warga negara yang ingin bertarung di Pilkada.

Lagipula, kata La Uku, pengajuan sengketa dilakukan jauh sebelum dilaksanakan PSU. Bahkan hal itu sudah diaporkannya di Panwaslu, KPUD baik didaerah hingga di pusat.

“Dan itu saya lakukan atas inisiatif saya sendiri dan masyarakat, bukan karena desakan dari Umar Samiun seperti yang dikatakan Agus,” paparnya.

Gugatan yang dilayangkan itu karena menurutnya, pasangan La Uku-Dani berhak menjadi calon bupati dan wakil bupati saat itu, tapi KPUD Buton tidak meloloskan hak-hak konstituasi sebagai warga negara yang mencalonkan diri.

“Terbukti dari hasil laporan saya itu, bahwa saya layak menjadi calon,” tukasnya.

Terlebih lagi saat itu alasan KPUD Buton yang tidak mengakomodir dirinya juga dinilai tidak mendasar.

Bukan hanya itu, proses pembatalan yang dilakukan oleh KPUD juga sepihak.

“Padahal berkas saya cukup. Misalnya dukungan partai politik. Dulu sampai 15 persen. Setelah saya konsultasi di KPUD Sultra dan Pusat ternyata saya layak jadi calon,” tuturnya.

Kembali ke pernyataan Agus, dirinya menganggap secara tidak langsung juga pernyataan tersebut telah menyerang kuasa hukumnya saat itu yakni Munsir dan Mi’rajtulah.

“Seandainya gugatan saya di MK karena dorongan Umar Samiun, berarti Agus secara tidak langsung menganggap kuasa hukum saya. Seperti itu saja logikanya,” tutupnya.

Sekedar diketahui, Agus Feisal atas pernyataannya tersebut juga telah dilaporkan di Polda Metro Jaya oleh Dian Farizka dan Umar Samiun dengan beberapa pasal, yakni pencemaran nama baik dan UU ITE. (hrm/Fajar)

Click to comment
To Top