Sudah Kebayang Untung Besar, Eh Malah Transaksi Ineks dengan Polisi, Apes!! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Sudah Kebayang Untung Besar, Eh Malah Transaksi Ineks dengan Polisi, Apes!!

tersangka pembuat dan pengedar ineks palsu

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Nasib sial dialami oleh M Yahdi Yahya alias Nanang (29) dan Rosehan Anwar alias Sehan (29) serta Hendra Susilo alias Een (39). Mereka diringkus aparat Satresnarkoba Polres Banjarmasin, karena menjual ineks palsu kepada pembeli, Senin (14/11).

Berawal dari penangkapan Nanang,  warga Jalan A Yani KM 1 Kelurahan Sungai Baru Banjarmasin Tengah dan Sehan warga Jalan Seberang Mesjid RT 14 Kelurahan Seberang Mesjid Banjarmasin Tengah, yang diringkus anggota polisi yang menyamar jadi pembeli, Jumat (11/11) sekitar pukul 15.15 Wita.
Yang kedua pelaku itu dihubungi oleh Een,  warga Jalan Kelayan A Gang 12 Rt 22 Kelurahan Kelayan Dalam Banjarmasin Tengah, yang mengatakan kepada kedua pelaku bahwa ada yang mau membeli ineks.

Nanang dan Sehan janjian dengan pembeli di tempat mereka bekerja sebagai juru parkir di Jalan Veteran RT 11, tepatnya di halaman parkir Gramedia Kelurahan Melayu Banjarmasin Tengah.

Tidak lama kemudian datang pembeli yang berpakaian preman, transaksi terjadi, kedua pelaku menerima uang Rp 450 ribu dari pembeli. Namun betapa kaget mereka, karena yang membeli ternyata seorang polisi yang menyamar.
Mereka berdua langsung dibawa ke Mapolres Banjarmasin. Anggota langsung melakukan pengembangan. Setelah kedua pelaku itu ditanyai, mereka mengakui mengambil ineks itu dari Een.

Anggota Satres Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Narkoba Kompol Fery R sitorus, menuju ke alamat yang disebutkan oleh kedua pelaku yaitu di Jalan Kelayan A Gang 12.

Setelah sampai di rumah Een dan melakukan penggeledahan aparat menemukan 86 butir pil ekstasi, seperangkat alat cetak ekstasi dari besi, 1 lembar kertas plastik rontgen, 1 buah palu, 1 pak plastik klip dan 1 lembar uang pecahan Rp50.000 ribu.

Kapolres Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana menjelaskan bahwa para pelaku terlibat dalam produksi ekstasi marlong atau palsu. ”Kini kedua pelaku dijerat UU Kesehatan lantaran diduga melakukan tindak pidana telah menjual atau mengedarkan obat yang tidak memiliki izin edar,” ungkap Anjar. (mr-147)

loading...
Click to comment
To Top