Ahok Jadi Tersangka, Anton Medan: Itu yang Terbaik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ahok Jadi Tersangka, Anton Medan: Itu yang Terbaik

anton-medan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ulama yang juga Tokoh Muslim Tionghoa, Ramdan Effendi alias Anton Medan menilai bahwa penetapan tersangka terhadap Gubernur nonaktif DKI, Basuki Tjahaja Purnama adalah langkah terbaik. 

Anton mengapresiasi kinerja penyidik Mabes Polri yang bekerja secara serius dan profesional.   

Anton Medan mengapresiasi hasil penyelidikan Mabes Polri yang meningkatkan kasus penistaan agama Ahok menjadi penyidikan. 

“Itu adalah yang terbaik. Baik untuk semua,” kata Anton Medan di Jakarta, Kamis (17/11).
 
Dikatakannya, bukankah dengan demikian Ahok jadi tersangka. Ya, memang Ahok jadi tersangka, tetapi prosesnya masih panjang. Masih perlu pembuktian di pengadilan.

“Pernah saya katakan, semua pihak harus ikhlas menerima apapun hasilnya setelah gelar perkara dilakukan,” katanya mengingatkan.

Anton mengungkapkan, bisa saja status tersangka itu dijadikan alasan lagi untuk berdemo dan mendesak Polri menahan Ahok selama menjalani proses penyidikan hingga menjalani sidang pengadilan.

“Kalau memang begitu maunya, namanya tidak tahu undang-undang dan tidak tahu menempatkan diri,” tegas Anton Medan.

Anton menyatakan, penetapan status Ahok sebagai tersangka itu dalam keadaan tidak seluruh penyidik satu suara. “Meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan adalah yang paling tepat,” kata Anton.

Ketika dikonfirmasi setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, Ustadz Anton tak mau memprediksi dan berspekulasi.

“Wah, saya tidak mau berspekulasi. Karena penyidikan itu butuh proses pendalaman perkara juga. Sebutlah misalnya yang sekarang 60 persen banding 40 persen,” ujarnya.

Bukan hal yang tidak mungkin dalam proses penyidikan, berbalik yang 60 persen itu meyakini tidak terdapat perbuatan penistaan. 

“Bila itu yang terjadi, maka akan turun SP3 dan pengusutan perkara dihentikan,” pungkas Anton. (Fajar/rmol/JPG)

loading...
Click to comment
To Top