Cuci Darah Kini Ditanggung BPJS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Cuci Darah Kini Ditanggung BPJS

ilustrasi-pasien-gagal-ginjal

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Keinginan pasien gagal ginjal pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan untuk mendapatkan layanan hemodialisis atau cuci darah secara gratis akhirnya terealisasi. Berkas usulan kerjasama RSUD Bahteramas ini akhirnya disetujui pihak BPJS. Sejak Kamis (17/11), alat cuci darah atau hemodialisis RSUD Bahteramas sudah bisa melayani pasien BPJS.

Secara kuantitas, jumlah peralatan cuci darah yang disiapkan RS plat merah ini belum bisa melayani pasien gagal ginjal di Sultra. Saat ini hanya 6 unit mesin hemodialisis yang akan dioperasikan. Kendati demikian, peralatan medis ini bisa menjadi alternatif bagi pasien kurang mampu. Untuk dirujuk ke RS Makasar atau di Jawa, pasien memerlukan biaya tak sedikit. Makanya, pemerintah berjanji akan menambah peralatan tersebut.

“Alhamdulillah, tuntutan layanan kesehatan mulai kita penuhi satu persatu. Meskipun masih jauh dari cukup, namun peralatan ini bisa menjawab keinginan masyarakat. Kalau dulu, hanya mampu memberikan surat rujukan, kini sudah bisa kita tangani. Apalagi peralatan ini sudah bisa digunakan pasien BPJS. Ini artinya, RSUD Bahteramas yang diresmikan beberapa tahun lalu, memiliki komitmen besar memberikan pelayanan,” kata H.M. Saleh Lasata, Wakil Gubernur Sultra usai melaunching peralatan hemodialisis di RSUD Bahteramas, kemarin.

Upaya melengkapi peralatan medisnya kata mantan Ketua DPRD Sultra, harus disertai pelayanan. Sebagai lembaga pelayanan publik, pihak rumah sakit harus memberikan rasa nyaman. Makanya, tenaga medisnya harus memiliki kemampuan. Bukan hanya dilevel dokter namun ditingkat perawat dan petugas RS lainnya. Khusus di unit dialisis ini, ia optimis sesuai yang diharapkan. Apalagi seluruh tenaga medis yang ditugaskan memang telah memiliki sertifikasi.

“Idealnya, peralatan ini masih harus ditambah. Dengan 6 alat ini, hanya mampu melayani belasan pasien. Sementara data RS, pasien gagal ginjal yang berobat di sejumlah RS berjumlah 35 orang. Makanya, kami telah meminta pak direktur mengkalkulasi anggarannya. Termasuk tenaga medis dan ruangan. Kalau memang diperlukan, pemerintah membuka ruang untuk menambah unit mesin cuci darah ini,” kata pasangan Nur Alam ini.

Direktur RSUD Bahteramas, dr. Yusuf Hamra, Sp.PD mengatakan penyediaan peralatan ini merupakan bentuk kerja sama RS dengan produsen. Tahun ini, ada 6 alat yang dikerjasamakan. Karena bentuknya kerja sama, tidak ada mesin yang dibeli. Selain itu, perusahaan wajib menyiapkan mesin paling baru dan terupdate plus tenaga perawatan. Kewajiban RS hanya membeli bahan habis pakai. Inilah yang masuk dalam pembiayaan rutin dan operasional BLUD.

“Kalau harga mesinnya, tidak terlalu mahal atau sekitar Rp 400 juta perunit. Yang besar itu, biaya pemeliharaannya. Peralatan medis ini cukup rewel. Makanya, harus ada penanganan khusus. Kalau suhu kurang dingin, mesinnya akan macet. Begitupun dengan air bakunya. Untuk itulah, kita minta tenaga maintenance harus siap bila diperlukan,” katanya.

Sejak dioperasikan kata dokter ahli penyakit dalam itu, respon pasien dan keluarga begitu antusias. Pasalnya, sebagian besar pasien gagal ginjal kondisinya sudah cukup parah. Normalnya, kadar kreatinin ginjal antara 1,1 hingga 1,2. Sementara pasien di Sultra terkadang kadar kreatinin mencapai lebih. Padahal 1,5 saja, kondisi pasien sudah merasa pusing.

Makanya, banyak pasien yang sudah tidak sadar dan meracau sendiri. Saat mendapat perawatan, kondisinya sudah normal kembali. Hanya saja, biaya pengobatannya yang cukup mahal. Makanya, alat ini diusulkan untuk dikerjasamakan dengan BPJS Kesehatan.

“Satu kali cuci darah, biayanya Rp 1,3 juta. Untuk pasien yang kondisinya ringan, harus mendapat perawatan 2 kali seminggu. Bagaimana kalau dengan yang sudah parah. Makanya, pasien sangat antusias. Mulai kemarin, biayanya telah ditanggung BPJS. Alat ini dipergunakan untuk cuci darah (HD) dan Continues Ambulatory Peritoneum Dialysis (CAPD),” pungkas putera mantan Wali Kota Kendari, Antero Hamra tersebut. (Fajar/KP)

loading...
Click to comment
To Top