Isu Kudeta Aksi Bela Islam III, Ini Sikap GNPF-MUI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Isu Kudeta Aksi Bela Islam III, Ini Sikap GNPF-MUI

Masa saat bentrok dengan aparat saat demo di depan Istana Merdeka di Jakarta, Jumat (4/11). Mereka berunjuk rasa menuntut pemerintah untuk mengusut kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Foto Aksi Bela Islam Jilid II 411. dok. Jpg

JAKARTA – Isu kudeta akhir-akhir ini banyak diperbincangakan, bahkan dikhawatirkan akan dilakukan pada aksi bela islam III, 2 Desember mendatang.

Menanggapi itu, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) akhirnya angkat bicara.

Panglima Lapangan GNPF MUI Munarman mengatakan, Indonesia adalah negara hukum.

Menurutnya, konstitusi mengatur hak setiap warga negara untuk berkumpul dan menyatakan pendapat.

Munarman menambahkan, pemerintah harus paham definisi kudeta.

“Kudeta itu militer pakai senjata, biasanya kudeta itu. Justru kalau kami lihat nggak ada satu pun kekuatan bersenjata, kudeta itu kan dilakukan oleh pihak pemerintah sendiri sebetulnya. Jadi pemerintah pecah diambil alih oleh kekuatan satunya lagi. Itu kudeta,” tutur Munarman, Jumat (18/11).

Nah, yang dilakukan masyarakat bersama GNPF-MUI, lanjutnya, hanya ingin menuntut supaya Indonesia ini hukumnya tegak lurus.

Karena itu, dia menampik bila aksi GNPF-MUI disebut bernuansa kudeta.

“Tidak ada motif-motif itu. Kalau mereka ketakutan maka mereka sendiri yang merasa bahwa mereka salah. Melanggar konstitusi dan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua GNPF MUI Ustad Bachtiar Nasir tidak menjawab spesifik soal jumlah massa pada 2 Desember 2016.

“Jumlah peserta aksi sangat tergantung kepada kepuasan publik khususnya dalam rasa keadilan mereka. Semakin tersakiti, maka semakin banyak. Tapi kalau semakin adil Insya Allah akan semakin lebih baik kondisinya,” tandas pria yang dikenal dengan panggilan UBN. (jpnn/fajar)

loading...
Click to comment
To Top