Mumi Buaya Sepanjang 3 Meter Berusia 2500 tahun Ini Disebut Persembahan Pada Dewa Sobek – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Mumi Buaya Sepanjang 3 Meter Berusia 2500 tahun Ini Disebut Persembahan Pada Dewa Sobek

mumi-buaya

FAJAR.CO.ID LEIDEN – Bangsa Mesir kuno ternyata tidak hanya memiliki kemampuan mengawetkan jasad manusia saja atau biasa disebut Mumi.

Tapi juga baru-baru ini ditemukan, mumi tiga ekor buaya yang diprediksi berusia 2500 tahun.

Rijksmuseum van Oudheden yang melakukan penelitian mumy buaya ini terperangah dengan apa yang mereka lihat.

Menurut keterangan media yang dikeluarkan Rijksmuseum van Oudheden, mumi buaya itu memliki panhang tiga meter.

Hasil itu dudapt melalui pemeriksaan CT scan 3D.

Selain terdapat dua buaya, mumi itu juga berisi puluhan bayi buaya yang dibungkus secara individual.

Selain itu, hasil pemindaian memperlihatkan terdapat jimat di dalam kain pembungkus, yang membantu para peneliti memahami lebih lanjut tentang mumi hewan.

Ahli Mesir Kuno yang bekerja di museum memperkirakan bahwa buaya tersebut dimumikan bersama karena tradisi agama Mesir Kuno yang terkait dengan peremajaan dan kehidupan setelah kematian.

Di samping itu terdapat penjelasan lain, di mana orang Mesir kuno yang sedang membutuhkan persembahan kepada Dewa Sobek.

Sobek, yang merupakan Dewa Sungai Nil, tentara, buaya, dan kesuburan, merupakan sosok yang sangat populer sejak Kerajaan Lama Mesir.

Ia dianggap sebagai pelindung kota Crocodilopolis, atau dikenal sebagai Shedet oleh orang Mesir.

Sobek dideskripsikan sebagai dewa yang agresif dan ganas, yang kepribadiannya seperti buaya Nil terbesar pada zaman kuno.

Salah satu pusat kultus paling megahnya terletak di Kom Ombo, Mesir selatan.

Mumi hewan merupakan bagian yang menarik dari sejarah Mesir kuno.

Sebelumnya pada 2015, sebuah tim peneliti menemukan sebuah kuburan hewan yang sangat besar.

“Ini seperti digambarkan sebagai “rahasia gelap” Mesir, 70 juta mumi hewan ditemukan di sejumlah katakomba (ruangan bawah tanah) di seluruh Mesir, termasuk kucing, burung, tikus, bahkan buaya,” jelas Liz Leafloor pada Mei 2015 kepada Ancient Origins.

loading...
Click to comment
To Top