TEGAS! Semua PNS Tes Urine, Satpol PP Jaga Pintu Keluar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

TEGAS! Semua PNS Tes Urine, Satpol PP Jaga Pintu Keluar

Tes Urine

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB- Seluruh pintu gerbang keluar masuk PNS di lingkungan kantor Bupati Berau dijaga ketat Satpol PP, Rabu (16/11). Setiap pegawai yang keluar akan diperiksa terlebih dahulu. Hal ini hanya dilakukan untuk pegawai yang ingin meninggalkan area kantor. Seluruh pegawai di lingkungan kantor bupati wajib mengikuti tes urine untuk deteksi penggunaan narkoba.

Untuk memastikan seluruh pegawai mengikuti tes urine, masing-masing kantor bagian dimintai daftar pegawai. Hal ini untuk mengetahui siapa saja yang belum dites. Tidak terkecuali Wakil Bupati (Wabup) Agus Tantomo juga mengikuti tes. Bahkan alat test pack narkoba yang digunakan untuk Wabup memiliki fitur lebih banyak dibandingkan lainnya.

“Biar banyak yang terdeteksi. Ini beda untuk lebih mengetahui kandungan lainnya dan lebih akurat,” ujar seorang petugas. Satu per satu pegawai tandatangan di daftar sesuai dengan absensi di bagian tempatnya bertugas.
Alat yang digunakan juga lebih akurat. Karena mampu mendeteksi urine yang dicampur dengan cairan lainnya seperti air. Sehingga oknum yang mencoba mengelabui hasil tes dengan mencampurkan cairan lain bisa diketahui melalui test pack tersebut.

Wabup yang juga Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Berau menyebutkan, kegiatan ini akan dilakukan menyeluruh kepada seluruh PNS.
“Sebulan kedepan mulai hari ini. Besok ada lagi cuma tidak langsung kita kasih tahu, jadi acak,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan instruksi Mendagri sejak lama. Namun belum sempat dilaksanakan akibat ketiadaan anggaran. Hingga akhirnya usai ketuk palu pengesahan anggaran perubahan, di mana di dalamnya terdapat usulan untuk tes urine pegawai.
“Ini sudah lama hendak saya lakukan hanya belum ada anggarannya. Nah habis ketuk palu kemarin langsung kita laksanakan,” ujarnya lagi.  Seluruh instansi menurutnya memiliki aturan dan kebijakan masing-masing dalam mengambil sikap terhadap anggotanya yang nanti kemungkinan ada terindikasi positif.

Semua akan dikembalikan ke instansi masing-masing. “Misalnya dewan, nah itu ke BK (badan kehormatan-red),” sebutnya. Seluruh PNS yang positif nanti akan dilaporkan ke polisi. Namun untuk sanksinya tidak bisa disamakan dengan pelaku yang tertangkap tangan sedang mengkonsumsi.

Bagi yang positif akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Sebab, dijelaskan Agus, belum tentu yang positif berdasarkan hasil tes urine ini murni merupakan pengguna Narkoba.
“Bisa saja habis sakit terus mengkonsumsi banyak obat dan terdeteksi di alat tesnya. Jadi tidak bisa langsung positif dianggap narkoba. Hanya indikasinya ke sana” jelasnya lagi.

Target dari kegiatan ini ditegaskan merupakan peringatan kepada seluruh pegawai untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba. “Semua akan dites. Sebelumnya kami sudah rapat bagaimana teknisnya sehingga tidak ada yang tahu ada tes kemudian kabur. Makanya tadi semua pintu dijaga,” sebut Wabup. (as/nha)

loading...
Click to comment
To Top