Wow, Bangkai Pohon Ambon Ditawar Ratusan Juta Rupiah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Wow, Bangkai Pohon Ambon Ditawar Ratusan Juta Rupiah

FAJAR.CO.ID, SERANG – Pohon ambon berukuran besar berusia ratusan tahun tumbang di depan Pendopo Bupati Serang, pekan lalu. Ternyata, banyak orang melakukan penawaran untuk memilikinya. Tak tanggung-tanggung, harga yang ditawarkan mencapai ratusan juta rupiah.

Demikian disampaikan Asisten Daerah (Asda) I Bidang Administrasi Pemerintahan Pemkab Serang Agus Erwana yang ditemui di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, Kamis (17/11).

Diungkapkan Agus, banyak orang yang datang ke Pemkab berniat untuk membeli bangkai pohon ambon yang tumbang di Pendopo. Namun, ditegaskan Agus, pohon tersebut tidak akan dijual karena merupakan hasil peninggalan sejarah yang harus dilestarikan.

“Malah ada yang mau membeli sampai ratusan juta, banyak yang datang ke kita. Ada yang dari Baros, Cikande, sampai dari Jakarta,” ungkapnya.

Alasan pembeli, dijelaskan Agus, pohon berukuran jumbo seperti yang tumbang di pendopo sudah langka yang bisa dibuat mebeler berukuran besar dengan harga fantastis. “Kata yang ahli, harga meja yang lebarnya sampai 1,5 meter dengan panjang sekitar dua meter harganya di atas Rp 80 juta. Oh pantes mahal, kita kan enggak tahu,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, untuk mencari pohon sebesar itu banyak orang yang mencarinya hingga ke luar provinsi seperti ke Lampung karena sudah langka. Lantaran itu, kata Agus, Pemkab berencana mendatangkan seorang ahli untuk meneliti usia pohon tersebut. Soalnya, banyak kalangan yang menanyakan usia pohon yang dinilai bersejarah tersebut. “Kita juga ingin tahu. Makanya, kami akan mendatangkan ahlinya,” ungkapnya.

Setelah itu, kata Agus, Pemkab akan melihat laporan dari peneliti untuk mengetahui kepastian usia pohon sehingga diketahui sejarahnya sebelum diabadikan. Untuk kebijakan pohon akan dibuat seperti apa, Agus menunggu masukan dari Bupati Ratu Tatu Chasanah. “Batangnya akan kita manfaatkan untuk mebeler, meja-meja khusus peninggalan dulu, kita jadikan kenang-kenangan,” terangnya.

Untuk memotong pohon, lanjutnya, Pemkab mendatangkan ahlinya dan mengundang ahli desain mebeler. Untuk bekas reruntuhan, direncanakan akan dibuat semacam monumen. Anggaran pemotongan pohon sekira Rp4 juta sampai Rp7 juta. Selain peneliti, pihaknya juga akan mendatangkan arsitek untuk membentuk pohon tersebut dijadikan apa.

“Mebeler rencananya disimpan di pendopo. Nanti bisa buat meja kerja bupati, bisa juga untuk meja tamu, semua dimanfaakan untuk itu, tidak ada yang dikeluarkan kecuali ranting,” tegasnya. “untuk membelah, sekitar satu minggu selesai,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Ratu Tatu Chasanah menilai, pohon memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari Pendopo yang harus terus dijaga. Lantaran itu, Tatu berencana melestarikan pohon tersebut.

“Karena pohon ini bagian dari heritage (warisan masa lalu) dan langka, saya pikir ini bagian yang harus kita lestarikan, sayang aja,” tegasnya. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top