Ajudan Bupati Buton: Mana Mungkin Mau Membayar untuk Kalah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Ajudan Bupati Buton: Mana Mungkin Mau Membayar untuk Kalah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan panggilan kepada Ajudan Bupati Buton Yusman Haryanto. Panggilan ini merupakan panggilan yang kedua kalinya setelah panggilan pertama tidak dipenuhi Yusman.

Yusman yang merupakan anggota Polri dipanggil penyidik untuk dimintai keterangannya terkait sengketa Pilkada Buton atas tersangka Bupati Buton non aktif Samsu Umar Abdul Samiun.

Setidaknya ada 29 pertanyaan yang diberikan penyidik. Bagian besar pertanyaan tersebut seputar Pilkada Kabupaten Buton 2011 dan PSU tahun 2012.

Yusman menjelaskan, dirinya juga ditanya oleh penyidik perihal pemindah bukuan dengan nominal Rp1 miliar ke rekening CV Ratu Samagat yang belakangan diketahui dipersidangan adalah milik istri mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

“Waktu itu memang saya yang tulis di slip, tapi saya sempat bertanya ke Pak Umar ‘Ini bagaimana? Ini penipuan, Pak’,” kata Yusman usai diperiksa selama kurang lebih tujuh jam, Jum’at (18/11).

“Tapi Pak Umar jawab dengan nada dongkol karena mungkin merasa sudah ditipu katanya ‘sudah ikhlaskan saja untuk Arbab’,” sambungnya.

Lebih lanjut, Yusman mengungkapkan bahwa dirinya juga ditanya perihal peran Agus Mu’min dan Arbab Paproeka. Dikatakan, saat itu Arbab terus memaksa Agus untuk memfasilitasi dirinya agar bisa dipertemukan dengan Umar Samiun.

“Empat kali Arbab terus mendesak Agus untuk dipertemukan dengan Pak Umar tapi Pak Umar terus menolak. Bahkan, Agus sampai dimarahi oleh Pak Umar katanya tidak usah urus itu (Arbab, red),” bebernya.

Mengenai transferan yang katanya untuk mempengaruhi hasil putusan MK, dihadapan penyidik Yusman menjelaskan bahwa uang tersebut tidak ada kaitannya dengan mempengaruhi hasil PSU yang digugat di MK. Pasalnya, PSU saat itu pasangan Umar Samiun-La Bakry dalam posisi sebagai pemenang.

“Tidak mungkin mau mempengaruhi hasil putusan, karena waktu itu Pak Umar menang. Kalau memang uang itu untuk merubah hasil putusan berarti Pak Umar kalah. Mana mungkin mau membayar untuk kalah,” tutupnya. (hrm/Fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top