Lima Petugas Damkar Terkapar Keracunan Saat Jinakkan Si Jago Merah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Lima Petugas Damkar Terkapar Keracunan Saat Jinakkan Si Jago Merah

Ilustrasi Kebakaran

FAJAR.CO.ID, PALANGKARAYA – Aksi petugas pemadam kebakaran (Damkar) ini patut diapresiasi. Selain semangat pengabdian yang luar biasa, mereka juga bertaruh nyawa untuk menjinakkan si jago merah.

Hal itulah yang tampak dalam peristiwa kebakaran di Studio Karaoke, Jalan Garuda, Jumat (18/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Lima petugas Damkar yakni, Ahmad Baihaqi, Ariston Bangun, Panud, Frans Firdaus, dan Abdul Wahid, harus dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan asap yang mengepul di lantai 1 dan lantai 2 bangunan tersebut.

Kelima petugas Damkar ini, diduga banyak menghirup asap saat proses pemadaman api yang membakar alat peredam suara yang terdiri dari bahan karpet dan gaspul.

Memang asap mengepul tebal dan mengeluarkan bau menyengat. Minimnya ventilasi membuat asap terus bergulat di dalam. Para pemadam nekat merangsek masuk ke gedung untuk mencegah api meluas.

“Padahal, mereka (petugas, Red) sudah memakai masker,” kata Kabid Damkar Kota Palangka Raya Wawan Berlinson dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (19/11).

Pihak pemadam sampai mengeluarkan blower untuk menyedot asap dari dalam bangunan. Namun, cara itu tidak begitu berhasil. Semangat kebersamaan dan bahu-membahu ditunjukkan petugas pemadam.

Akhirnya api yang menyala di lantai 2, berhasil dikuasai dua jam setelah itu. Tetapi, petugas belum bisa menuju titik kebakaran sampai dua jam setelahnya, karena asap masih mengepul.

“Dari lima petugas, satu anggota atas nama Ahmad Baihaqi masih di ruang observasi,” katanya pada sore harinya, seraya menyebut dengan kejadian ini, pihaknya akan mengevaluasi peralatan pengaman petugas yang saat ini diakui belum memadai.

Sementara Karyawan Studio Karaoke Selly (21) menyebutkan, pukul 11.00 WIB, bersama tujuh rekannya baru buka dan akan beraktivitas. Beberapa menit berjalan, rekannya lari dari lantai dua.

Kala itu kepulan asap pekat sudah merangsek ke lantai 1. Lampu langsung padam. Untungnya, belum ada tamu yang datang. “Kata teman saya, ada yang korsleting. Kita langsung keluar,” ujarnya.

Manajer Studio Karaoke, Andi menambahkan, ada 13 bilik tempat berkaraoke ria di lantai 2. Sedangkan, letak alat peredam yang diduga terbakar, berada persis di atap bilik-bilik itu. Waktu itu, Air Conditioner (AC) sudah menyala.

Pihaknya belum mengetahui apa penyebab kebakaran. Dia menduga, ada hubungan pendek arus listrik. “Mungkin ada kabel yang korslet,” ujarnya.

Pihak kepolisian pun belum menyimpulkan apa penyebab kebakaran. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top