AYAH GILA! Todong Putri Kandung Pakai Mandau dan Senjata Api, Lalu Perkosa Hingga Enam Kali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

AYAH GILA! Todong Putri Kandung Pakai Mandau dan Senjata Api, Lalu Perkosa Hingga Enam Kali

FAJAR.CO.ID, KETAPANG- Ayah bejat! Sam, 36, tega meniduri anak kandungnya, sebut saja Bunga yang masih berusia 16 tahun. Akibat ulahnya, warga Desa Semandang Kanan, Simpang Dua, Ketapang itu mendekam di tahanan Mapolres Ketapang.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Reskrim, AKP Putra Pratama mengatakan, perbuatan Sam terbongkar, setelah putrinya bercerita apa yang dialaminya kepada pamannya yang tinggal di Simpang Dua. Sang paman menghubungi keluarga ibu korban yang tinggal di Landak. “Keluarga korban yang di Landak melapor ke kita, Sabtu (12/11),” kata AKP Putra, Rabu (16/11).

Usai menerima laporan, polisi langsung meringkus Sam pukul 23.00 hari itu juga di rumahnya. Tanpa perlawanan, Sam digelandang ke Mapolsek Simpang Dua. Sedangkan Bunga langsung divisum. “Hasilnya positif, ada bekas kekerasan seksual di kemaluan korban,” jelas Putra.

Di hadapan polisi, Bunga mengaku sudah empat kali ditiduri ayahnya. Sam mengancam menggunakan senjata tajam jenis Mandau dan senjata api rakitan, agar putri kandungnya mau melayaninya, kemudian tidak bercerita kepada orang lain.

Tersangka Sam (duduk) saat diwawancari wartawan di Mapolres Ketapang, Rabu (16/11).

Tersangka Sam (duduk) saat diwawancari wartawan di Mapolres Ketapang, Rabu (16/11).

“Makanya kita juga geledah rumah tersangka. Kita temukan sebilah mandau dan senjata api rakitan di dalam kamar pelaku,” papar Putra.

Ditemui wartawan di Mapolres Ketapang, Sam berkelit tidak berniat menyetubuhi anak kandungnya. Dia mengaku kesal ketika mendengar cerita anaknya yang sudah tidak perawan karena menjual diri.

“Anak saya dari umur tiga bulan sampai usia 16 tahun tinggal sama ibunya. Saya dengan ibunya bercerai sejak tahun 2000 lalu,” katanya. Sam mengaku, baru sekitar tiga bulan berkomunikasi dengan putrinya. Itu pun setelah Bunga menghubunginya.

“Anak saya itu ada menelepon saya sekitar tiga bulan lalu. Mungkin dia tahu nomor HP saya dari keluarga mantan istri saya. Anak saya bertanya, benar ini bapak, saya jawab iya ini bapak. Kemudian dia meminta saya untuk menemuinya di Kabupaten Landak tempat ibunya. Dia juga meminta saya untuk menjemputnya, karena ingin ikut saya ke Ketapang,” ujar Sam.

Sebelum menjemput anaknya, Sam terlebih dahulu menghubungi mantan istrinya. Kemudian mantan istrinya yang merupakan ibu korban mengatakan, apabila dirinya mampu mendidik Bunga, silakan bawa ke Ketapang. Ibunya mengaku tidak tahan tinggal bersama Bunga, karena dia sering bertengkar.

“Pertengahan bulan lalu saya jemput anak saya di sekolahannya. Saat itu saya telepon mantan istri saya untuk memberitahunya, kalau saya menjemput Bunga. Tetapi telepon tidak diangkat, makanya saya langsung saja membawa Bunga pulang ke rumah saya di Simpang Dua. Di sana dia tinggal bersama saya dan istri baru saya, serta dua anak saya yang masih kecil,” jelas Sam.

Tidak lama tinggal di rumahnya, Sam mengaku, Bunga bercerita kalau dirinya selain sekolah, juga menjajakan diri di Landak. Mendengar cerita Bunga, Sam kesal dan ingin memastikan apakah benar putrinya sudah tidak perawan karena menjual diri saat tinggal bersama mantan istrinya.

“Sebenarnya saya malu menceritakan aib anak saya, tapi ini kenyataannya. Jadi niat saya ingin tahu, apakah benar anak saya sudah tidak perawan. Makanya saya ingin mengetesnya langsung,” ucap Sam.

Dikatakannya, karena sudah terlanjur dirundung nafsu, akal sehatnya hilang. Makanya dia tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Anehnya, perbuatan itu dilakukannya hingga empat kali.

“Pertama di sungai pada malam hari, tapi tidak jadi cuma sudah saya pegang-pegang. Kedua di tengah ladang juga malam hari, sudah saya pegang-pegang juga. Ketiga di rumah juga sudah saya pegang-pegang. Ke empat saat dia tidur pada subuh hari saya setubuhi. Semua kejadian saya lakukan pada bulan lalu,” ujar Sam.

Sam mengaku bersedia menerima hukuman atas perbuatannya. Dia meminta agar hukumannya dapat dipertimbangkan, lantaran dirinya masih memiliki dua anak yang masih kecil.

“Saya menyesal, saya siap dihukum. Tapi mohon pertimbangkan hukumannya, karena saya memiliki dua anak yang masih kecil,” harapnya. (pro)

loading...
Click to comment
To Top