Ibu Sadis! Bayi Sendiri Disiksa Sampai Patah Tangan dan Kaki – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ibu Sadis! Bayi Sendiri Disiksa Sampai Patah Tangan dan Kaki

Ricky, bayi malang yang mengalami penyiksaan sadis dari ibunya

FAJAR.CO.ID, BATUBARA – Ibu rumah di Sumatra Utara harus berurusan dengan polisi lantaran tega menganiaya Ricky bayinya yang masih berusia 13 bulan. Akibatnya Ricky  mengalami patah tulang di bagian lengan dan kakinya.

Parahnya, usai menganiaya bayinya, Iin, 24, si ibu keji ini mengantarkan sang bayi ke tempat kerja suaminya lalu ditinggal begitu saja dalam keadaan menangis.

Informasi yang dihimpun Metro Asahan (fajar grup), Sabtu (19/11), menyebutkan peristiwa itu terjadi, Jumat (18/11) siang di rumah mereka di Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumut.

Sadirin, 48, ayah si bayi mengaku kaget istrinya tega melakukan itu pada anak mereka. Apalagi usai meninggalkan anaknya, istri pergi begitu saja dengan seorang pria.

“Begitu istri saya turun dari sepeda motor pria itu, ia langsung mendatangi saya dan meletakkan bayi kami di tanah dan bilang, ”ini anakmu,” lalu pergi begitu saja meninggalkan anak kami dalam keadaan menangis,” ungkapnya.

“Semua kejadian itu disaksikan rekan kerja saya,” ujar Sadirin.

Melihat kondisi bayinya seperti itu Sadirin langsung bergegas melarikannya ke rumah sakit terdekat agar bayinya itu mendapatkan perawatan dan pertolongan medis.

Dan bayi tersebut kemudian menjalani perawatan medis Rawat Inap di Ruang Mawar Rumah Sakit Herna di Tebing Tinggi.

Karena tidak memiliki biaya, bayi malang tersebut tidak mampu menjalani operasi, akhirnya ia membawa bayinya pulang ke rumah.

Sadirin mengatakan Iin merupakan istri keduanya. Dari pernikahan mereka lahirlah Ricky.

Iin, sehari-harinya bekerja sebagai pelayan di salah satu warung di Desa Sumber Padi, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara.

Kapolsek Indrapura melalui Kanit Reskrimnya IPTU J Sinaga mengaku belum menerima laporan terkait kejadian tersebut. “Belum ada laporannya ke Polsek,” ungkapnya.

Informasi dihimpun, usai peristiwa tersebut keberadaan Iin hingga saat ini belum diketaui. (fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top