Karir Edy Tono Spesialis Curanmor Lihai Berakhir Diujung Laras, Sekarang Tinggal Nama – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Karir Edy Tono Spesialis Curanmor Lihai Berakhir Diujung Laras, Sekarang Tinggal Nama

Salah satu tersangka pencuri ternak yang tewas diamuk massa di hutan dusun I Desa Rantau Kasis, Kampar, Riau. Foto: pekanbarumx/jpg
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Dua kali mendekam di jeruji besi rupanya tak membuat Edy Tono alias Edy KTM kapok. Kini, aksinya berakhir di tangan polisi, setelah ditembak mati saat mencoba melarikan diri.

Jumat (18/11) pagi, Tim Jatanras Polresta Pontianak mendapat informasi keberadaan Edy yang sudah buron selama dua tahun itu di Jungkat, Kabupaten Mempawah. Enam polisi segera diterjunkan ke lokasi, memastikan keberadaannya.

Dan, Edy terlihat. Ia langsung disergap. Tak ada perlawanan sama sekali. Tapi, saat digiring menuju mobil untuk diamankan, residivis lincah ini memanfaatkan situasi. Dia mencoba kabur.

Bak adegan film laga, kejar-kejaran pun terjadi di Jungkat. Dor. Dor. Dua tembakan peringatan sempat dilontarkan ke langit. Tapi, Edy tetap lari. Kakinya dibidik dan wuusss, sebuah pelor bersarang di kakinya. Yang luar biasa, Edy masih bisa berdiri dan mencoba berlari lagi.

Luka di kaki, kelincahannya berkurang. Akhirnya Edy tertangkap. Tapi, bukannya menyerah, dia malah melawan. Pergumulan tak terelakkan. Edy sempat mengeluarkan celurit.

Tak mau mengambil risiko nyawanya sendiri melayang, polisi pun menembak tubuh Edy. Berakhir sudah perlawanannya dengan kondisi tak bernyawa. Tim Jatanras pun membawa jenazah Edy ke Dokkes Polda Kalbar, juga memberitahu ke pihak keluarga Edy.

Wakapolresta Pontianak Veris Septiansyah membenarkan bahwa Edy KTM merupakan residivis kasus Curanmor yang sudah dicari selama dua tahun.

“Kita sergap dua kali, yang bersangkutan berhasil melarikan diri. Ini ketiga kali, kita tangkap. Ia lari kemudian melawan, bahkan mengancam nyawa anggota kepolisian,” ungkapnya dikutip dari Rakyat Kalbar, Sabtu (19/11).

“Ada sajam yang dibawanya, anggota langsung lumpuhkan dengan tembakan di bagian tubuh,” sambungnya.

Dipaparkan Veris, history kejahatan Edy bermula dari pelaku kejahatan narkoba yang beralih ke tindak pidana Curanmor. “Selama dua tahun jadi buronan, ada 7 laporan yang masuk. Itulah dasar kita melakukan penangkapan,” bebernya.

Selain itu, Edy merupakan residivis yang dapat dikatakan sadis. Sebab, dia selalu membawa sajam dalam menjalankan aksi-aksinya.

Hanya saja, lanjut Veris, dalam melakukan kejahatan, Edy tak sendiri. “Tiga tersangka masih dalam pengejaran kita. Barang bukti kejahatan mereka sudah kita amankan, berupa sepeda motor curian, laptop, dan barang kejahatan lainnya,” pungkasnya. (fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top