Masih Beruntung, Kasus Dua Bocah Pelaku Curanmor Dapat Direvisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Masih Beruntung, Kasus Dua Bocah Pelaku Curanmor Dapat Direvisi

DAPAT DIVERSI: Dua pelaku kasus curanmor yang masih pelajar ini dikembalikan ke orangtua masing-masing.

DAPAT DIVERSI: Dua pelaku kasus curanmor yang masih pelajar ini dikembalikan ke orangtua masing-masing.

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Dua pelajar yang menjadi pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Re (14) dan Sy (16), mendapat diversi atau penyelesaian perkara di luar peradilan pidana.

Kini, kasus dua bocah itu ditangani Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulungan. Kapolres Bulungan AKBP Ahmad Sulaiman melalui Pj Kanit PPA Aiptu Lince Karnilawati, mengatakan kasus curanmor dua bocah tersebut sudah masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP), tindak lanjutnya dengan memanggil kedua orangtua pelaku.

“Kedua pelaku diberlakukan diversi atau permohonan maaf kepada korban, dalam hal ini pemilik sepeda motor yang mereka curi,” ujarnya, Jumat (18/11).

Sedangkan orangtua pelaku pun telah membuat surat pernyataan yang meminta anaknya tidak dilakukan penahanan. Meski tidak ditahan, lanjutnya, kedua pelaku dikenakan wajib lapor setiap hari.

Setelah proses diversi selesai, selanjutnya akan diserahkan ke Penelitian Masyarakat Balai Pemasyarakatan (Litmas Bapas) Anak-Anak di Kabupaten Berau. Dalam penanganan diversi tersebut, pelaku tetap didampingi orangtuanya.

“Putusan diversi akan turun dan penetapan selesai berupa assessment yang dikeluarkan Bapas Anak. Saat ini, kedua pelaku sudah dikembalikan ke orangtua masing-masing,” ungkapnya.

Apabila pelaku kembali melakukan tindakan kriminal lain, maka akan diproses hukum layaknya orang dewasa. Pasalnya, pemberlakukan diversi diberikan hanya untuk sekali. Penanganan diversi pun dengan mengundang Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bulungan, pekerja sosial, pihak korban dalam hal ini pemilik sepeda motor dan pelaku.

“Diversi bisa dilaksanakan polres, kejaksaan dan pengadilan negeri (PN). Dikembalikan ke orangtua masing-masing karena masih ada hak anak untuk sekolah yang harus terpenuhi. Walaupun dengan terlibat kriminal si pelaku nantinya tidak bersekolah lagi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Kaltara Ainun Farida merasa miris dengan terlibatnya dua pelajar menjadi pelaku curanmor. Peran orangtua, kata dia, sangat dibutuhkan dalam pengawasan anak-anak baik dari sisi pergaulan dan perilaku dalam keseharian.

“Orangtua harus tahu kondisi anak-anak ketika keluar dari rumah, siapa yang menjadi teman-temannya. Melarang anak untuk tidak pulang larut malam dan lingkungan si anak dapat mempengaruhi karakternya,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, peran guru di sekolah pun sangat dibutuhkan sebagai pengawasan. Menurutnya, guru bisa memberikan wejangan tidak sekadar mata pelajaran yang diperoleh siswa.

Untuk diketahui, kedua pelaku diamankan Polres Bulungan pada Rabu (16/11), sekira pukul 16.05 Wita, karena terbukti melakukan curanmor 2 unit sepeda motor, masing-masing Honda Beat KT 4379 HM dan Jupiter Z. (*/uno/fen)

To Top