Pembalap Liar Kabur Dari Kejaran Polisi, Malah Tabrak Siswa SD, Begini Jadinya.. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Pembalap Liar Kabur Dari Kejaran Polisi, Malah Tabrak Siswa SD, Begini Jadinya..

DIJENGUK : Danang saat dijenguk oleh petugas Sat Lantas Polres Tarakan , Brigpol Ali Sabhara, Jum'at (18/11). (HADI ARIS ISKANDAR/KALTARA POS)

DIJENGUK : Danang saat dijenguk oleh petugas Sat Lantas Polres Tarakan , Brigpol Ali Sabhara, Jum’at (18/11). (HADI ARIS ISKANDAR/KALTARA POS)

 

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Remaja yang sering ugal-ugalan di Jalan Sei Berantas, Kelurahan Kampung Empat, tepatnya di jalan utama depan Islamic Centre menjadi sasaran pantauan aparat kepolisian, kemarin. Mereka pun ‘dihambur’ polisi saat akan melakukan aksi balap liar saat Salat Jumat berlangsung.

Namun apes bagi pebalap liar bernama Tegar (14). Remaja tanggung yang lari saat hendak diamankan polisi terlempar dari motornya usai menabak bocah bernama Danang (8) di kawasan parkiran masjid bernama Baitul Izzah sekira pukul 13.00 Wita. Remaja yang lari dari kejaran polisi tersebut tak bisa menghindari tabrakan karena panik melihat polisi yang datang secara tiba-tiba.

Seorang petugas piket Sat Lantas Polres Tarakan, Brigpol Ali Sabhara membenarkan aksi nekat Tegar tersebut sehingga menabrak Danang yang sedang berjalan. Akibatnya, tulang tangan Danang patah dan terdapat beberapa luka memar di tubuhnya.

“Saat ini Danang masih masih di rawat di RSUD Kota Tarakan,” kata Brigpol Ali Sabhara kepada Kaltara Pos, Jum’at (18/11).

Dirinya menceritakan, bermula ketika dia dan petugas lainnya berpatroli ingin membubarkan para remaja yang sering ugal-ugalan di area tersebut. Tetapi para pelajar yang ugal-ugalan tersebut ketika melihat petugas datang, malah makin menambah kecepatannya untuk melarikan diri dari petugas.

Pria yang akrab disapa Ali ini menambahkan, Tegar sudah dimintai keterangannya dan mereka tidak ditahan lantaran pelaku masih di bawah umur dan masih bersekolah. “Kita amankan dulu ke kantor, selanjutnya kita lihat siapa yang benar-benar balapan dan tidak. Kita juga akan panggil orangtuanya untuk datang kepolres,” tambahnya.

Brigpol Ali Sabhara meminta agar pihak orang tua bisa lebih mengawasi dan tidak memberikan kendaraan kepada anak yang masih dibawah umur, hal ini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang akan merugikan masa depan para pelajar tersebut.
“Orang tua harus aktif juga, jangan biarkan remaja yang belum cukup umur membawa kendaraan bermotor. Selain itu juga cek jam pulang mereka, seperti habis Salat Jumat seperti ini, jika mereka belum pulang sementara yang lain sudah, maka dipastikan mereka sedang apa,” imbuh polisi muda ini. (*/hai)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top