Ngeri! Gedung KUA Tiba-tiba Roboh – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Ngeri! Gedung KUA Tiba-tiba Roboh

ilustrasi-gedung-roboh

FAJAR.CO.ID, SEBATIK TIMUR – Kantor Urusan Agama (KUA) di Kacamatan Sebatik Timur tiba-tiba ambruk. Diduga, bangunan yang berdiri di atas tanah rawa itu tidak mampu menopang berat dinding beton dan mengakibatkan 60 persen bangunan hancur.

Kejadian tersebut terjadi Minggu (20/11) sekira pukul 12.40 Wita. Beruntung saat kejadian tidak ada seorang pun berada di dalam gedung yang saat itu dalam keadaan kosong karena terjadi di saat hari libur.

Kepala KUA Sebatik Timur, Abdul Sani mengaku, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut saat diberitahu stafnya. “Saya juga belum tahu sebabnya karena apa, karena saat kejadian saya tidak ada di tempat,” ujarnya kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group) ketika dikonfirmasi terkait ambruknya bangunan KUA tersebut.

Sani mengatakan, saat kejadian, ada salah seorang yang mendengarkan suara gemuruh, namun tidak melihat langsung kejadian. Setelah mencari pusat suara, baru diketahui jika bangunan KUA ambruk.

Ia juga mengakui memang lahan bangunan tersebut dulunya adalah rawa. Hingga saat ini pihaknya belum berani masuk ke dalam bangunan lantaran rawan akan kembali runtuh.

“Dari pengamatan saya sudah tidak normal lagi, makanya kami memutuskan tidak berani masuk kembali. Hingga saat ini lokasi sudah ditangani oleh pihak kepolisian,” beber Sani.

Terpisah, Kapolsek Sebatik Timur Iptu Oman mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada pihak KUA Sebatik Timur untuk tidak lagi memfungsikan bangunan tersebut lantaran dari pengamatannya, konstruksi bangunan sudah dalam keadaan rawan.

Oman menuturkan, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan. Barang-barang berharga serta dokumen penting juga sudah dikeluarkan.

“Yang jelas bangunan ini sudah tidak difungsikan lagi, sementara masih menunggu petunjuk dari kementerian agama, karena kita sudah berkoordiansi dengan kepada KUA,” kata Oman.

Adapun untuk dugaan sementara, lanjut Oman, secara kasat mata posisi bangunan berada di atas rawa kemudian panggung dan lantai dasar di semen, sementara penapong hanya menggunakan kayu.

Diduga kuat penopang bangunan tidak kuat menahan beban. Untuk kerugian material pihaknya juga belum dapat memastikan. Bangunan pun akhirnya di sterilkan dan sudah tidak lagi difungsikan. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top