Ssssst.. SYL akan Pindah ke NasDem? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ssssst.. SYL akan Pindah ke NasDem?

Foto: BKM/ Mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Syahrul asin Limpo jogging bareng dengan Ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse dan Ketua DPD Nasdem Kota Makassar, Andi Rahmatika Dewi di Lapangan Karebosi, Minggu (20/11) pagi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), semakin dekat dengan para elit Partai Nasdem. Dalam beberapa waktu terakhir, Komandan terus menjalin komunikasi dengan elit partai yang mengusung isu restorasi ini.

Termasuk ketika menghadirkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem, Surya Paloh di acara Rapimpus FKPPI. Juga jalan sehat bela negara di Anjungan Pantai Losari Makassar beberapa waktu lalu.

Terkini, SYL yang juga Gubernur Sulsel dua periode terlihat begitu akrab dan dekat dengan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) serta Ketua DPD Nasdem Kota Makassar, Andi Rahmatika Dewi. Tak hanya dekat, Tika –sapaan akrab Rahmatika Dewi– sempat berswafoto (selfie) dengan sang Komandan dan RMS.

Beberapa waktu lalu, Tika juga terlihat intens berkomunikasi dengan adik SYL, Irman Yasin Limpo. Belum lagi, keterlibatan kakak kandung SYL, Hj Tenri Olle YL di jajaran pengurus Partai Nasdem Sulsel. Ini semakin mempererat kedekatan Ketua Asosialisi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu dengan Partai Nasdem.

Dosen politik Unhas, Dr Adi Suryadi Culla melihat, kedekatan SYL dengan Partai Nasdem salah satunya dilatarbelakangi karena elit di Nasdem itu banyak mantan kader Golkar. “Tenri Olle dan RMS itu kan mantan elit Golkar. Termasuk sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah di Sulsel,” ujar Adi Suryadi Culla, Minggu (20/11).

Menurut Adi, tak hanya di Sulsel, namun kondisi yang sama di hampir semua provinsi. Termasuk di tingkat nasional. “Jadi kader Golkar yang pindah ke Nasdem bukan fenomena baru. Kalaupun terjadi di Sulsel, karena banyaknya elit Golkar yang sejak awal sudah bergabung di Nasdem pasca Munas Golkar di Riau, dimana Paloh kalah dari rivalnya Aburizal Bakrie,” jelasnya.

Adi menambahkan bila kedekatan SYL dengan Nasdem tak lepas dari hubungan personal, bukan hubungan politik. “Apalagi SYL juga menghadapi ketidakpastian di Golkar. Itu tak terlepas dari kondisi obyektif akibat adanya kesenjangan politik yang terjadi, meski SYL belum mengambil sikap secara resmi,” terangnya.

Hal sama dikemukakan dosen politik Unibos 45, Dr Arief Wicaksono. Ia tak memungkiri semakin dekat dan akrabnya SYL dengan elit Nasdem. “Iya, keakraban Pak Syahrul dengan elit Nasdem adalah hal yang biasa saja, karena sifatnya sangat personal dan kekeluargaan.

Namun demikian , keakraban tersebut juga bisa dimaksudkan secara politis. Pertama dan terutama ketika RMS keluar dari Golkar dan dipercaya oleh Surya Paloh mengomandoi Nasdem Sulsel.

Kedua, pada saat itu SYL juga sedang dalam masa “berjuang ke Jakarta,” setelah akhirnya masa jabatannya sebagai ketua Golkar Sulsel selesai. Sebagai tokoh atau politisi senior Sulsel, kedekatan SYL dengan elit partai apapun, menurut saya adalah wajar,” jelas Arief.

Sementyara itu, fungsionaris Partai Golkar Sulsel, Makbul Halim yang dimintai tanggapannya soal kedekatan SYL dengan elit Nasdem, menilai tak ada yang istimewa dan tidak apa-apa.
“Beliau kan dekat dengan semua elit partai di Sulsel, termasuk di Jakarta,” ujar Makbul yang pernah menjabat juru bicara Sayang jilid II di Pilgub 2013 lalu. (rif/bkm/fajar)

To Top