Tokoh Agama dan Masyarakat Kumpul di Kantor Wiranto, Bahas Apa? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Tokoh Agama dan Masyarakat Kumpul di Kantor Wiranto, Bahas Apa?

wiranto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dua pekan jelang rencana aksi damai 2 Desember Jumat, (2/12), Menko Polhukam Wiranto mengumpulkan seluruh pemuka agama dan tokoh ormas. Apa alasan Wiranto terkait pertemuan yang digelar di kantornya itu?

“Jadi, memang hari ini saya mengundang tokoh agama dan tokoh masyarakat. Bukan hanya agama Islam, tapi multi agama saya undang kemarin, untuk silaturahim,” ujar Wiranto, Senin (21/11).

Meski sudah sering bersilaturahim, lanjutnya, pertemuan kali ini lebih spesial.

Pasalnya, ia bisa menampung berbagai masukan-masukan terkini. Salah satunya terkait identitas bangsa yang mulai terlupakan.

“Tadi saya banyak masukan yang mengingatkan kita. Bahwa, kita ini sudah lupa sebagai bangsa yang punya suatu acuan yang diwariskan dari pendahulu kita. Apakah itu NKRI Bhineka Tunggal Ika, UUD 1845, atau Pancasila. Warisan yang sebenarnya diberikan dengan taruhan darah dan air mata,” paparnya.

Namun, kata Wiranto, warisan tersebut sudah mulai dilupakan dan ditinggalkan sejumlah pihak-pihak terkait. Sehingga, dengan mengumpulkan seluruh pemuka agama dan tokoh ormas, dirinya menilai dapat mengembalikan warisan yang terlupakan itu ke koridor kebersamaan.

“Warisan ini harus kita jaga dan kita rawat dengan baik. Karena warisan inilah yang akan membawa Indonesia untuk masuk dalam suatu pergulatan Internasional dan mengabulkan cita cita negara yang adil dan makmur itu,” pungkasnya.

Dalam pertemuan silaturrahmi tokoh lintas agama itu, hadir Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Siti Hartati Murdaya hingga perwakilan Akademi Protestan Indonesia (API) Harsanto Adi Soekamto.

Selain itu, hadir juga Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto, Ketua DPP HTI Rokhmat S. Labib, Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Al Quran (MTA) Ahmad Sukina, dan Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim.

Serta, Sekretaris Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa, Parisada Hindu Dharma Indonesia Astono Chandra Dana, perwakilan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Guido Suprapto, dan perwakilan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri. (Fajar/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top