Jadi Maling Kok Begini Amat, Habis Nyuri Malah Nongkrong, Ketangkap Bego – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Jadi Maling Kok Begini Amat, Habis Nyuri Malah Nongkrong, Ketangkap Bego

FAJAR.CO.ID, PANGKALAN BUN – Warga Kabupaten Pulang Pisau, Ahmad Fauzan (30), nyaris diamuk massa setelah ketahuan mencuri sebuah tas milik Kusnudin di mess Terminal Bus Yesoe, Jalan Kawitan, RT.17 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sabtu (19/11), sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban dan pelaku sama-sama penumpang dari Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Mereka menggunakan Bus Yesoe dengan tujuan Palangka Raya. Setelah sampai di terminal Bus Yesoe Jalan Kawitan, Pangkalan Bun, korban dan pelaku sempat mengobrol dan istirahat di mess penumpang.

“Aksi pelaku ketahuan ketika kita lihat di CCTV, jadi pelaku dan korban sempat mengobrol dan sama-sama tidur,” ungkap Adi, karyawan Bus Yesoe.

Setelah istirahat, korban kemudian pergi ke kamar mandi dan meninggalkan tasnya di mess. Fauzan kemudian mengambil tas korban dan membawa kabur menggunakan ojek yang berada di Terminal Bus Yesoe menuju Terminal Natai Suka.

“Setelah korban selesai mandi, baru menyadari tas selempangnya hilang, korban langsung melapor ke kita, dan kita cek di CCTV. Pelaku telah membawa kabur tas milik korban,” terang Adi.

Karyawan Bus Yesoe dengan sigap langsung menghubungi rekan-rekannya dari Bus Damri, Logos, dan Yesoe, dengan memberitahu ciri-ciri pelaku. Fauzan ditemukan di Terminal Natai Suka, Kelurahan Baru, ketika hendak menaiki bus.

“Setelah dapat, pelaku berusaha kabur, lari masuk ke rawa-rawa dekat Terminal Natai Suka dan warga sudah mengepung pelaku. Karena tidak bisa bergerak cepat, dan akhirnya dibawa ke Terminal Bus Yesoe lagi untuk kami mintai keterangan, bukan hendak dimassa,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Kobar AKBP Pria Premos melalui Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Zaldy Kurniawan mengatakan, saat ini pelaku sedang dalam penahanan dan penyelidikan. Pelaku diamankan bersama barang bukti berupa tas selempang, uang tunai sebesar Rp 1,5 juta, tiga unit handphone merek Nokia, Oppo, dan Samsung senilai Rp 2,6 juta.

“Pelaku kita kenakan pasal 363 dengan ancaman kurungan penjara paling lama sembilan tahun,” tegas Zaldy.

Zaldy mengimbau penumpang bus dan penumpang angkutan lainnya agar tetap berhati-hati dan waspada membawa barang bawaan. “Khusunya penumpang bus, jangan sembarangan menaruh tas, kalau kemana-mana tasnya dibawa terus,” imbau Zaldy. (jok/yit)

Click to comment
To Top