Setelah Anak Buahnya Ditangkap KPK, Sri Mulyani: Ini Pencederaan Serius – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Setelah Anak Buahnya Ditangkap KPK, Sri Mulyani: Ini Pencederaan Serius

Indonesian Finance Minister Sri Mulyani Indrawati speaks during a news conference in Jakarta May 21, 2008. Indrawati said on Wednesday a plan to hike fuel prices by an average of 28.7 percent is "largely final".   REUTERS/Supri   (INDONESIA)

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Perilaku korup di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ternyata masi mengakar kuat.

Terbukti, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini telah menagkap pejabat di dirjen pajak.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sangat kecewa dengan anak buahnya, karena masih mau terima suap dari wajib pajak.

“Saya sangat kecewa terhadap tindakan aparat pajak ini,” tegas Mulyani saat menghadiri jumpa pers hasil operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (22/11) di kantor KPK.

Mantan petinggi Bank Dunia itu sangat kesal bahkan menyebut ini sebagai sebuah penghianatan oleh oknum petugas pajak.

Sebab, kata Mulyani, peristiwa ini terjadi di tengah pemerintah dalam hal ini Kemenkeu dan Direktorat Jenderal Pajak tengah membangun kembali kepercayaan wajib pajak lewat Tax Amnesty.

Menurut dia, untuk membangun kepercayaan itu membutuhkan kewajiban dua belah pihak yakni wajib pajak dan petugas.

“Tindakan HS mencerminkan suatu pengkhianatan prinsip tata kelola yang baik, integritas, kejujuran, yang merupakan nilai yang dianut Kemenkeu dan Dirjen Pajak,” kata Mulyani.

Dia menegaskan, perbuatan HS ini sangat mencederai nilai yang dianut Kemenkeu dan Ditjen Pajak serta kolega-kolega yang lain.

“Ini pencederaan serius dan saya sangat kecewa,” tegasnya.

Menurut Mulyani, sebagian besar jajaran Ditjen Pajak punya komitmen tinggi untuk bangun institusi sehingga bisa dipercaya publik untuk mengumpulkan pajak bagi negara agar bisa membangu.

“Saya pribadi sangat kecewa,” kata dia.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan pihaknya prihatin terhadap kasus ini. Harusnya, kata dia, uang pajak bisa diterima negara.

“Tapi ini dimanfaatkan oknum,” katanya di kesempatan itu.

Namun, Agus menambahkan, KPK percaya bahwa masih banyak orang yang berintegritas tinggi di Ditjen Pajak.

“Jadi jangan sampai kita kehilangan kepercayaan kepada Ditjen Pajak. Kita kerja sama dengan Kemenkeu ke dalam untuk mendukung pembenahan,” katanya.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Presiden Direktur PT EK Prima Ekspor Indonesia Rajesh Rajamohanan Nair dan Kepala Sub Direktorat Bukti Permulaan Direktorat Penegakan pada Ditjen Pajak Kemenkeu Handang Soekarno sebagai tersangka suap.

Mereka dijadikan tersangka setelah ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan di Springhill Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (21/11) malam.

Penyidik mengamankan uang USD 145.800 atau sekitar Rp 1,9 miliar yang diduga untuk mengamankan kasus pajak Rp 78 miliar yang melilit PT EK Prima.

Rajesh dan Handang sepakat “86” kasus pajak itu, dengan imbalan Rp 6 miliar.

Menurut Agus Rahardjo, Rp 1,9 miliar merupakan pemberian tahap pertama dari jumlah Rp 6 miliar yang disepakati Rajesh dan Handang.

loading...
Click to comment
To Top