Somplak! Bukannya Baik-baikin, Malah 5 Buruh Imigran ini Buat Reseh Minum Tuak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Somplak! Bukannya Baik-baikin, Malah 5 Buruh Imigran ini Buat Reseh Minum Tuak

DIAMANKAN: Empat orang BMI dan satu orang calon BMI diamankan aparat kepolisian lantaran kedapatan mengkonsumsi tuak. POLRES UNTUK RADAR NUNUKAN

DIAMANKAN: Empat orang BMI dan satu orang calon BMI diamankan aparat kepolisian lantaran kedapatan mengkonsumsi tuak. POLRES UNTUK RADAR NUNUKAN

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN- Lima orang Buruh Migran Indonesia (BMI) diamankan aparat kepolisian lantaran kedapatan mengonsumsi Minuman Keras (Miras) tradisional jenis tuak, Sabtu (20/11).

Kelimanya diamankan Satuan Sabhara Polres Nunukan, saat kedapatan pesta tuak di dalam bangunan eks Imigrasi, Jalan Pelabuhan Baru, Kelurahan Nunukan Timur, sekitar pukul 22.30 Wita.

Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce SIK, melalui Kasubbag Humas Polres Nunukan mengatakan, sejumlah personel gabungan dari jajaran Polres Nunukan melakukan Operasi Cipkon guna meminimalisir aksi kriminalitas serta menciptakan suasana aman di wilayah masyarakat Nunukan.

“Jadi, sejumlah personel disebar, baik dari sejumlah satuan Sabhara dan personel lainnya. Di sejumlah jalan, personel memberikan imbauan dan pesan-pesan untuk menjada ketertiban Kantibmas,” ujar Karyadi kepada Radar Nunukan ketika dikonfirmasi, kemarin.

Karyadi mengatakan, operasi berjalan lancar hingga selesai, namun terdapat lima orang BMI yang diamankan dan dibawa ke Polsek Nunukan, setelah tertangkap basah pesta miras tradisional jenis tuak. Kelima BMI tersebut yakni, AY (19), AD (19), AR (21), IW (18) dan AR (18). Salah seorang diketahui calon BMI, yakni AR yang diketahui baru akan menjadi BMI di Malaysia. Karena tertangkap basah pesta miras, dirinya bisa terancam batal menjadi BMI.

Dari pengakuan sejumlah pelaku, kelimanya mengaku mengonsumsi miras semata-mata hanya untuk bersenang-senang. Sebelum dipulangkan, kelimanya telah diberikan pembinaan serta imbauan untuk tidak kembali melakukan perbuatannya. “Kami hubungi yang mengurus mereka, jelas kami berikan imbauan juga karena semuanya masih muda. Selanjutnya kami serahkan kembali ke pengurusnya,” pungkas Karyadi. (raw/eza)

To Top