Brangkas Roti Boy Dibobol, Pelakunya? Jiahh.. Karyawan Sendiri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Brangkas Roti Boy Dibobol, Pelakunya? Jiahh.. Karyawan Sendiri

Ilustrasi

FAJAR. CO. ID,  SAMARINDA- Melalui pesan singkat di BlackBerry Message Service (BBM), Bayu Saputra, karyawan usaha waralaba Roti Boy di lantai dasar Plaza Mulia memberitahu Bahrul, atasannya, Senin (21/11) pukul 09.00 Wita.

Isi pesanya memberitahu Bahrul bahwa brankas di outlet Roti Boy dibobol maling dan uang tunai hasil penjualan Jumat (18/11) lalu sebanyak Rp 7.251.000? raib. Anehnya uang hasil penjualan roti Sabtu dan Minggu masih utuh alias tak dicuri.

Mendapat laporan anak buahnya. Bahrul bergegas menuju outlet untuk melakukan pengecekan serta melapor ke petugas keamanan mal.

Tanpa basa basi, petugas keamanan mal langsung memutar rekaman kamera Close Circuit Television (CCTV) untuk mencari pelakunya. Dan hasilnya mengejutkan, ternyata pencuri uang outlet Roti Boy tak lain Bayu sendiri. “Maling teriak maling” itupun lantas diamankan ke pos petugas keamanan mal.

Wajah pucat pemuda 19 tahun itu tak dapat menutupi kebohonganya. Warga Jalan Biawan, RT 7, Kelurahan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar) itupun mengaku dirinya sendiri yang “menguras” isi brankas di tempatnya bekerja.

Berdasarkan pengakuan Bayu itulah petugas keamanan mal langsung menanyakan dimana ia sembunyikan uang tunai curiannya tersebut. Dan ternyata uang itu disimpan Bayu di helmnya yang ada di loker karyawan mal.

Setelah barang bukti diamankan, Bayu lantas dikeler ke Mapolsekta Samarinda Ilir untuk diproses hukum. Bahrul sebagai pelapor menyatakan, ia hanya diminta perusahaan mewakili sebagai pembuat laporan resminya.

“Pimpinan saya yang suruh membuat laporan, jadi proses hukumnya berlanjut,” tutur Bahrul.

Tak tampak rasa penesalan Bayu. Ia yang tak bisa mengelak mengaku mencuri uang di tempatnya bekerja karena terdesak biaya untuk membantu pengobatan tumor yang diderita ibunya.
“Uang itu saya mau kirim ke ibu saya untuk biaya berobat. Saya tidak tahu berapa yang diperlukan, makanya saya langsung ambil saja uang di dalam brankas itu,” tutur Bayu.

Pemuda yang pernah merasakan duduk di bangku kuliah hingga semester dua di perguruan tinggi negeri di Samarinda itu berkilah, pengobatan tumor ibunya memerlukan banyak biaya.

“Gaji saya Rp 2,4 juta sebulan tak cukup. Yang dulu saja biaya pengobatan tumor ibu saya menghabiskan uang Rp 24 juta untuk membeli obatnya,” ucapnya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Setyobudi Dwi Putro, melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yovan Fatika didampingi Kanit Rekrim Ipda Dedi Kurniawan menuturkan, untuk sementara Bayu masih dimintai keterangan.

“Dia (Bayu, Red) sudah mengakui dan kami juga masih melengkapi bukti-bukti seperti rekaman CCTV-nya,” pungkasnya.(oke)

Click to comment
To Top