Catat! Keluarga Korban yang Meninggal Tuntut Rumah Sakit 3×24 Jam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Catat! Keluarga Korban yang Meninggal Tuntut Rumah Sakit 3×24 Jam

rumah sakit
Ilustrasi

FAJAR. CO. ID, TANJUNG REDEB – Keberatan pihak keluarga atas pelayanan kesehatan saat almarhum Sunarti Dahlan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya, Selasa (1/11) lalu, berbuntut panjang.

Almarhum yang menjalani perawatan di RSUD pada Senin (31/10), dirasakan pihak keluarga memang mendapat pelayanan buruk. Untuk itu, atas nama keluarga, kakak almarhum, Darwis, menuntut pihak RSUD dr Abdul Rivai agar secepatnya membentuk komite medik atau tim audit untuk melakukan medical audit yang melibatkan pihak independen, agar prosesnya berjalan adil, berimbang dan transparan.

“Selain menuntut agar dilakukan medical audit, kami juga meminta pihak rumah sakit untuk memberikan hasil rekam medis mulai dari penanganan awal hingga meninggalnya almarhum,” ujar kerabat almarhum Yusran, sembari memperlihatkan surat keberatan pihak keluarga yang ditujukan kepada Direktur RSUD dr Abdul Rivai tertanggal 14 November lalu.

Yusran yang ditemui Berau Post di Warkop Daeng Iccang, Senin (21/11), memaparkan tujuan almarhum menuntut dibentuknya komite medik untuk melakukan medical audit, agar manajemen RSUD dr Abdul Rivai bisa berbenah, agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa maksimal, sehingga tidak ada lagi korban buruknya pelayanan seperti yang dialami almarhum.

“Kami berikan durasi waktu kepada manajemen rumah sakit untuk segera membalas surat kami ini selama 3×24 jam, terhitung sejak surat tersebut disampaikan ke rumah sakit,” jelasnya.

Keberatan pihak keluarga, lanjut Yusran, memang langsung dijawab pihak rumah sakit melalui surat balasan dengan nomor 445/1162/TU-I/XI/2016 yang ditandatangani Plt Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Nurmin Baso. Namun, balasan yang disampaikan pihak rumah sakit, bukan menjawab apa yang dituntut pihak keluarga, karena pihak rumah sakit hanya menyampaikan pemberitahuan jika tidak bisa memenuhi tuntutan pihak keluarga dalam kurun 3×24 jam.

“Suratnya dibalas tanggal 17 November. Jawabannya, tidak bisa karena untuk membentuk tim audit butuh waktu, tidak cukup dalam 3×24 jam,” lanjut pria yang akrab disapa Yus ini.

Atas jawaban pihak rumah sakit tersebut, pihak keluarga kembali melayangkan surat yang disampaikan kemarin (21/11), untuk mempertegas kapan kiranya pihak rumah sakit bisa membentuk komite medik atau tim audit yang dimaksud. “Padahal, dari pihak keluarga sangat yakin kalau di rumah sakit yang menjadi rujukan utama masyarakat Berau, sudah punya komite medik dalam struktur organisasinya, jadi tinggal memasukkan pihak independen dalam komite medik tersebut,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta rumah sakit untuk memenuhi tuntutan lain dari pihak keluarga, yakni memberikan salinan rekam medis almarhum sejak menjalani perawatan di rumah sakit hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya. “Ini juga kami beri waktu selama 3×24, terhitung sejak diterimanya surat ini, dan semoga pihak rumah sakit memberikan respons baik atas surat yang kami layangkan,” pungkas Yusran.

Dikonfirmasi, Plt Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Nurmin Baso, di rumah sakit pelat merah tersebut sudah memiliki komite medik. “Tetapi yang dituntut pihak keluarga itu tim audit,” ujar Nurmin.

Untuk itu, pihaknya belum bisa memastikan kapan komite medik akan membentuk tim audit, yang akan melakukan medical audit seperti yang diinginkan pihak keluarga.

“Jadi itu (pembentukan tim audit, red) tergantung komite medik nanti,” ungkapnya.

Terkait tuntutan penyampaian hasil rekam medis almarhum, pihaknya juga akan menyerahkannya ke tim audit yang akan dibentuk nantinya. “Pokoknya, nanti tim (audit) semua yang jawab,” pungkas Nurmin. (udi2)

loading...
Click to comment
To Top