Diguyur Hujan, Dua Kabupaten Terendam Banjir – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Diguyur Hujan, Dua Kabupaten Terendam Banjir

FAJAR.CO.ID, HULU SUNGAI SELATAN – Hujan lebat dari Senin (21/11) malam hingga Selasa (22/11) siang kemarin mengguyur Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel. Akibatnya, ratusan rumah di Kecamatan Angkinang dan Telaga Langsat terendam air.

Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) melaporkan, ratusan rumah yang terendam disebabkan volume debit air di sungai masing-masing Kecamatan meluap dan tidak dapat menampung lagi, sehingga meluber ke pemukiman-pemukiman warga.

Menurut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana, Kesbangpolinmas HSS, Aliansyah, ratusan rumah mulai terendam air menjelang pagi hari setelah diguyur hujan. Di Kecamatan Angkinang ada ratusan, sedangkan di Kecamatan Angkinang puluhan rumah.

“Data sementara di Kecamatan Angkinang sekitar 100 rumah yang kebanjiran dari berbagai ketinggian air. Sedangkan di Kecamatan Telaga Langsat dari laporan Camatnya Bardamaini, ada 89 rumah dan satu SDN Madampa yang banjir atau calap dari berbagai ketinggian air,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Saat kejadian, lanjutnya, warga yang ratusan pemukimannya kebanjiran diungsikan ke rumah tetangga terdekat oleh Badan Penanggulangan Bencana, Kesbangpolinmas HSS bersama Tim Tagana, serta jajaran Polres HSS.

“Bagi rumahnya yang airnya tinggi, diungsikan ke rumah tetangga. Sambil menunggu air surut,” tuturnya.

Untungnya tidak ada korban jiwa. Hanya ada dapur rumah warga yang roboh atau rusak berat akibat posisinya yang berada di tepi sungai Lok Binuang, Kecamatan Telaga Langsat.

Sementara itu, hujan deras juga mengguyur Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, semalaman suntuk sampai Selasa (22/11) pagi kemarin, merendam hampir di seluruh daerah di Kabupaten HST. Daerah Kota Barabai sebagai pusat Pemerintahan, dan perkantoran yang berada di dekat sungai Barabai pun tak luput dari serbuan banjir.

Kediaman Bupati Hulu Sungai Tengah di Jalan Perwira juga tak luput terkena imbasnya. Bahkan jalan masuk ke pos jaga ke kediaman tersebut mulai terendam, dan mulai mencapai halaman rumah dinas tersebut. Air juga mulai memasuki jalan masuk Ke gedung DPRD HST yang berada dekat sungai tersebut, namun belum sampai menyentuh halaman.

Beruntung Kantor Bupati HST tidak terkena banjir, karena posisinya sedikit tinggi. Tetapi lapangan Dwi Warna sudah bagaikan danau di tengah kota. Sementara di jalan Pasar III, dan II Barabai, air mencapai lutut orang dewasa, membuat beberapa toko memilih untuk tutup.

Akses jalan pun banyak yang terendam air, dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Mulai dari Jalan Brigjen H Hasan Basri, Bukat, Kamasan, Jalan Sarigading, jalan Ganesya, jalan P HM Noor, serta jalan provinsi di Desa Pajukungan.

Beberapa sekolah pun terpaksa memulangkan muridnya lebih awal seperti SMAN 1 Barabai, SMPN1, SMPN 2 dan SMPN 3 Barabai. Posisinya berada di dekat bantaran sungai Barabai.

Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) HST Ali Fahmi mengungkapkan, Banjir memang menjadi masalah tersendiri, yang kejadiannya sering terulang di Kabupaten HST. Selain di Barabai di Kecamatan Haruyan ada dua desa yang menjadi titik rawan longsor, yaitu desa Mu’ui dan Sungai Harang. Desa-desa yang berada di bantaran sungai juga ikut kebanjiran seperti Batang Alai Selatan, dan Batang Alai Utara.

“Untuk saat ini kami masih melakukan penanganan, dan terus berkomunikasi dengan semua aparat terkai di lapangan. Selain itu juga kami tetap memantau dengan Pihak Balakar, agar kita dapat mendeteksi sedini mungkin, dan memberikan bantuan jika nanti ada korban ataupun kondisi air yang terus meluap,” ungkapnya. (Fajar/JPG)

To Top