Hakim Usir Kuasa Hukum Dimas Kanjeng – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Hakim Usir Kuasa Hukum Dimas Kanjeng

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Setelah sempat ditunda, sidang gugatan praperadilan Dimas Kanjeng Taat Pribadi akhirnya dilangsungkan kemarin pagi (22/11). Sidang tersebut diwarnai pengusiran salah seorang kuasa hukum Dimas Kanjeng oleh hakim. 

Sekitar pukul 09.30, sidang dibuka hakim tunggal Sigit Sutriono. Setelah itu, pihak termohon, yakni Kepala Bidang Hukum Polda Jatim Kompol Zahudji, menyerahkan berkas kepada hakim. Itu merupakan berkas pencabutan kuasa yang ditandatangani Taat. 

Dalam berkas tersebut, tertulis belasan nama yang dinyatakan sudah tidak bisa mendampingi proses hukum Taat. 

Nah, salah satu nama yang masuk di dalamnya dan hadir pada sidang kemarin adalah Irwan Sya’ban. Kontan saja, setelah membacakan daftar nama itu, hakim langsung mengusir Irwan dari ruang sidang Chandra. “Karena tidak punya legal standing, silakan Saudara keluar,” kata Sigit. 

Irwan keluar dengan raut muka masam. Dia tidak terima dengan keputusan itu. Sidang dilanjutkan dengan hanya dihadiri seorang kuasa hukum, yakni Ibnu Setyo. 

Sidang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan permintaan pemohon. Ada lima hal yang ditekankan oleh pihak Dimas Kanjeng dalam gugatan praperadilan tersebut. Yakni, penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, Taat dalam kasus pembunuhan dua pengikutnya. Pihak Dimas Kanjeng menilai ada pelanggaran prosedur.

Setelah itu, hakim mempersilakan pihak Polda Jatim untuk menyampaikan jawaban. Nah, di tengah-tengah proses tersebut, Ibnu kecewa karena merasa jawaban pihak polda tidak memuaskan. Dia lalu meminta sidang diskors. Tidak hanya sekali dia memintanya, melainkan sampai tiga kali. 

Permintaan itu sama sekali tidak digubris hakim. Alhasil, kekecewaan Ibnu memuncak. Dia memutuskan untuk walk outdari sidang. Walaupun tidak ada kuasa hukum Dimas Kanjeng, hakim tetap mempersilakan termohon untuk membacakan jawaban sampai selesai. 

Saat ditemui di luar ruang sidang, para pengacara Dimas Kanjeng tidak bisa menyembunyikan kekecewaan karena diusir hakim. 

Irwan lalu menanyakan keabsahan surat pencabutan kuasa tersebut. Pihaknya tidak sepenuhnya yakin bahwa tanda tangan dalam surat itu asli milik Dimas Kanjeng. “Selama ini, kami tidak pernah bisa menemui klien kami,” ucapnya. 

Selain itu, pihaknya meminta Dimas Kanjeng dihadirkan dalam sidang praperadilan tersebut. Lantaran putusan hakim dianggap memihak, Irwan menegaskan bahwa pihaknya akan melapor kepada Ombudsman. 

Secara terpisah, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo enggan mengomentari perihal keabsahan status pengacara Taat tersebut. Pihaknya hanya menyampaikan hal itu dalam sidang. Soal keputusan untuk mengeluarkan tim pengacara, itu menjadi hak pengadilan. “Kami hanya mengawal dan menangani proses hukumnya,” sebut Argo.

Selain itu, Subdit I Ditreskrimum Polda Jatim kemarin telah melimpahkan berkas perkara Suparman, Sultan di padepokan Dimas Kanjeng, ke Kejati Jatim. Dalam kasus penipuan, Suparman berperan sebagai admin keuangan. Setelah mengumpulkan uang, dia menyetorkannya kepada Vijay. Nama terakhir ini adalah salah satu sekutu Dimas Kanjeng dalam kasus penipuan. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top