Ibu Kandung Aniaya Anak Sendiri Hingga Tewas, Penyebabnya Dendam ke Suami – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Ibu Kandung Aniaya Anak Sendiri Hingga Tewas, Penyebabnya Dendam ke Suami

Ilustrasi penjara

FAJAR.CO.ID, PALEMBANG – Nasib tragis menimpa Bryan, bocah balita yang harus merenggang nyawa akibat penganiayaan ibu kandungnya. Yang membuat miris, itu dilakukan karena kebencian sang ibu terhadap suaminya.

Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Palembang telah menetapkan Siska (23), ibu penganiaya anak kandungnya sebagai tersangka.

Sebelumnya, telah diperiksa empat saksi. Kemarin (22/11) siang, penyidik melakukan gelar perkara di Mapolresta Palembang.

Sebelum dihadirkan dalam gelar perkara itu, Siska diberi kesempatan untuk melihat sang anak untuk terakhir kalinya sebelum Bryan dimakamkan.

“Usai penetapan ini, tersangka akan langsung diproses,” ujar Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede SH SIK MH didampingi Kanit PPA Ipda Heny seperti ditulis Sumatera Ekspres (Fajar Group), Rabu (23/11).

Melihat luka di tubuh korban, kemungkinan tersangka pernah melakukan penyiksaan dengan benda tumpul.

Bryan pertama kali ditemukan dengan kondisi terbaring menghadap ke samping di kamar rumahnya. Keluarga dekat korban yang curiga dengan kondisi korban melaporkan ke polisi.

Sambil membawa Siska yang ketika itu melapor dianiaya sang suami, Unit Identifikasi Polresta mengecek kondisi korban di rumah. Saat itulah didapati kalau bocah itu sudah tak bernyawa. Jasadnya divisum di RS Bhayangkara Palembang.

Kemarin, bocah malang itu dimakamkan. Salbani (30), ayah korban yang juga suami tersangka terlibat membopong langsung jasad anaknya ke pemakaman. Terungkap kalau Salbani dan Siska pernah bercerai pada 2014. Keduanya kembali rujuk Februari 2016.

Dari keterangan Siska, mereka bercerai lantaran suaminya yang merupakan buruh bangunan itu kerap melakukan kekerasan fisik. Bahkan berlanjut hingga keduanya kembali rujuk. Tak tahan dengan apa yang dialaminya itu, Siska melampiaskan kepada anak mereka. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top