Mantan Calon Wakil Bupati Buton Digarap KPK Tujuh Jam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Mantan Calon Wakil Bupati Buton Digarap KPK Tujuh Jam

205033_841747_KPK_baru_jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan wakil Bupati Buton Dani akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya pada panggilan pertama Dani tidak hadir menghadap penyidik.

Dani diperiksa atas tersangka kasus dugaan suap sengketa Pilkada Buton di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Bupati Buton non aktif Samsu Umar Abdul Samiun sebagai tersangka.

Selasa (22/11) Dani yang datang mengenakan baju kemeja abu-abu dipadu celana kain hitam datang sekira pukul 10.00 WIB tanpa didampingi siapapun. Dani datang langsung menuju lobby gedung KPK. Kurang lebih tujuh jam, Dani akhirnya keluar sekitar pukul 17.01 WIB.

Kepada sejumlah awak media yang melakukan peliputan di KPK, Dani membeberkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan oleh penyidik kepada dirinya menyangkut Pilkada Buton. Termasuk didalamnya terkait gugatan pasangan La Uku-Dani kepada MK yang tidak mengakomodir berkasnya saat mendaftar sebagai peserta Pilkada 2011 silam.

Hal itu juga berkaitan dengan tudingan Agus Feisal Hidayat yang mengatakan bahwa gugatan La Uku-Dani ke MK dikarenakan atas desakan dari Umar Samiun. Dalam kesempatan itu, Dani dengan tegas membantahnya.

“Kalau dia (Agus Feisal, red) mengatakan itu tidak benar. Gugatan diajukan kepada penyelenggara pemilu dan MK atas inisiatif sendiri lantaran tidak diloloskan sebagai peserta Pilkada, padahal berkas sudah dianggap lengkap dan memenuhi syarat,” bebernya.

Dani juga sempat ditanya terkait dengan aliran uang dari Umar Samiun yang ditransfer ke rekening CV Ratu Samagat yang belakangan di ketahui di persidangan adalah milik istri Akil Mochtar. “Kalau soal itu saya katakan bahwa saya tidak tahu. Yang jelas, saya hanya menjelaskan kepada penyidik seputar inisiatif gugatan,” tutupnya.

Sekedar diketahui, dalam putusan persidangan di pengadilan Tipikor, Umar Samiun mengaku memang mentransfer uang Rp1 miliar ke rekening atas nama CV Ratu Samagat dengan keterangan Down Payment (DP) Batu Bara.

Transfer itu dilakukan atas desakan advokat Arbab Paproeka yang mengatasnamakan Akil Mochtar. Dalam pernyataannya, jika tidak diberikan maka kemenangan Umar Samiun akan dianulir oleh Akil.

Sementara itu, Akil Mochtar usai persidangan menyangkal keterangan Umar Samiun. Ia mengaku tidak pernah menerima uang yang dikirim oleh Umar Samiun. “Yang tidak singkronnya itu, ada orang mengatasnamakan saya meminta uang, tapi mereka tidak mengkonfirmasi kepada saya langsung,” kata Akil.

Sementara dalam amar putusan Pilkada Buton berbeda dengan amar putusan dalam kasus sengketa pilkada daerah lain yang melibatkan Akil Mochtar. Dalam amar putusan Pilkada Buton bukan tertulis terbukti melakukan suap, melainkan patut diduga melakukan suap kepada Akil Mochtar. (hrm/Fajar)

 

loading...
Click to comment
To Top