BAHAYA! Disini 2 Orang Baru Meninggal Karena HIV/AIDS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

BAHAYA! Disini 2 Orang Baru Meninggal Karena HIV/AIDS

Pembuatan gantungan kunci untuk sosialisasi hiv/aids

TANJUNG SELOR –Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan menyatakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Bulungan tahun 2016 meningkat.

Terbukti dari data 2015, kasus HIV/AIDS hanya 29 jiwa, di sepanjang tahun ini hingga Oktober lalu, naik tiga orang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan dr. Aryani Arsyad melalui Kepala Bidang Pengelolaan Masalah Kesehatan (PMK) Imam Sujono mengatakan, dari 32 jiwa di antaranya 27 orang mendapat Antiretroviral (ARV) atau pengobatan, sedangkan tiga orang belum mendapat ARV dengan alasan tertentu dan dua orang telah meninggal dunia. “Tiga penderita yang belum mengonsumsi obat itu karena menganggap dirinya belum disiplin untuk meminum obat. Tapi, jika penderita tidak disiplin maka akan berisiko terhadap dirinya sendiri dan orang lain,” ujar Imam kepada Radar Kaltara, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/11).

Dikatakannya, jika penderita mengonsumsi obat sekitar tiga hingga enam bulan berturut-turut, maka potensi penularan penyakit tersebut sangat kecil, bahkan diyakini tidak akan bisa menular lagi. “Tapi juga tergantung virus yang ada ditubuh orang itu. Menurut penelitian jika sudah rutin mengonsumsi obat selama enam bulan itu sudah tidak menularkan ke pasangannya lagi,” tuturnya.

Dijelaskan Imam pula, pada awal atau 40 hari mengonsumsi obat tersebut, diakuinya memang sangat berat, karena ada efek yang ditimbulkan dari obat tersebut. Di antaranya halusinasi, mual, hingga muntah.

Untuk itu, pada saat pengobatan pertama selama 30 hingga 40 hari, katanya, si pasien harus dalam pengawasan doker. Jika sudah lepas dari itu, bisa dipastikan si pasien kondisinya sudah stabil. Yang dikhawatirkan jika dalam rentan waktu 40 hari mengonsumsi obat, penderita mendapat gangguan atau efek-efek minum obat lalu berhenti mengonsumsinya lagi. “Makanya perlu pendampingan dokter agar penderita tidak berhenti mengonsumsi obat itu. Karena jika berhenti maka berisiko bagi dirinya. Tapi setelah 40 hari sudah tidak masalah,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Dinkes Bulungan untuk meminimalisir penderita, pada hari HIV/AIDS sedunia yang ditetapkan tiap 1 Desember, pihaknya akan melakukan kegiatan turun ke lapangan untuk membagikan gantungan kunci, yang mempunyai pesan kepada masyarakat terkait HIV/AIDS, sehingga dengan sendirinya masyarakat nanti akan mengetahui penularannya, pencegahannya, dan pengobatannya. “Gantugan kunci ini ada pesan singkat sebetulnya, walaupun pesan singkatnya hanya Stop HIV tapi minimal orang sudah bertanya apa sih HIV itu. Dengan begitu masyarakat akan mengetahui bahaya HIV itu,” ungkapnya.

Dinkes sudah menyiapkan sebanyak 2.000 gantungan kunci ini, yang akan dibagikan di beberapa titik di Kabupaten Bulungan yang dipusatkan di Tanjung Selor, seperti di area pelabuhan, traffic light (lampu merah), sekolah, dan juga puskesmas. (fit/ash)

To Top