Buni Yani Tersangka, Ini Tanggapan GNPF-MUI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Buni Yani Tersangka, Ini Tanggapan GNPF-MUI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya resmi menetapkan Buni Yani sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran SARA.  Buni dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

Salah satu anggota Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), Ustaz Zaitun Rasmin mengatakan, pihaknya tidak akan ikut campur soal penetapan Buni Yani sebagai tersangka.

“GNPF murni untuk menuntut penistaan Alquran. Tentang Buni Yani, kita serahkan kepada polisi. GNPF tidak mendasar pada laporan Buni Yani, masalah ini kami serahkan pada kepolisian,” tegas Zaitun di Jakarta, Kamis (24/11).

Terpisah, Ketua DPP Partai Hanura, Dadang Rusdiana menilai status tersangka yang disandang Buni Yani sudah tepat. 

“Saya kira pantas BY ini ditetapkan sebagai tersangka, dialah sebenarnya yang menyebarkan video bernuansa SARA ini, apalagi ketika disebar ini kan dia edit,” ujar Dadang saat dihubungi wartawan, Kamis (24/11).

Menurutnya, tindakan mengedit video Ahok tersebut memang dengan maksud untuk menghasut umat Islam. Ternyata dampaknya, lanjut Dadang, tak main-main.

“Maka menghasut, mengadu domba atau menyebarkan berita yang dapat menimbulkan reaksi massa besar tentu adalah sebuah kejahatan. Maka wajar kalau kemudian ia ditetapkan tersangka,” kata Dadang.

Seperti diketahui, Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian dalam video Ahok di Kepulauan Seribu. Buni Yani dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh relawan pendukung Ahok, Komunitas Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) dengan ancaman pidana enam tahun.

Namun, para pelapor kasus dugaan penistaan agama, tidak menjadikan video dari akun Buni Yani sebagai barang bukti, melainkan dari akun resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top