Buset! Kotak Amal dan Handphone Bernilai Ratusan Juta Ikut Raib – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Buset! Kotak Amal dan Handphone Bernilai Ratusan Juta Ikut Raib

kriminal

FAJAR.CO.ID, TARAKAN –  Beberapa hari terakhir, kasus pencurian di Tarakan semakin menjadi-jadi. Bahkan dalam sehari pada Senin (21/11) terjadi dua kasus pencurian sekaligus.

Kasus pencurian pertama terjadi di kantor Kelurahan Sebengkok, Jalan Pangeran Diponegoro. Gedung berwarna kuning muda tersebut dibobol maling yang mengambil uang dalam kotak amal.

Petugas cleaning service di Kelurahan Sebengkok, Rahmat mengungkapkan sekira pukul 06.30 Wita, saat dirinya hendak membersihkan kantor kelurahan ia dikagetkan dengan ditemukannya dua kotak amal yang berbahan kaca dalam kondisi pecah.

“Saat itu saya mau bersih-bersih kantor kelurahan. Saat saya buka pintu, saya temukan kertas yang menempel di kotal amal sudah dalam keadaan terlepas. Dan saat saya cek, uang di dalam dua kotak amal sudah tidak ada,” ungkap Rahmat kepada Radar Tarakan,kemarin.

Rahmat pun kaget dan kemudian memeriksa kondisi kantor kelurahan yang diduga kuat dimasuki maling. Usut punya usut ternyata maling masuk melalui ventilasi toilet.

“Saat saya cek, kaca ventilasi di atas pintu toilet sudah jebol. Kemungkinan pelaku masuk lewat lubang ventilasi,” lanjutnya.

Tak hanya uang yang berhasil diambil oleh maling, satu unit mesin absensi sidik jari (finger print) pun hilang. “Hilangnya finger print ini kami ketahui setelah ada petugas yang ingin melakukan absensi, dan setelah dicek ternyata tidak ada. Kemungkinan alat absensi ini juga dibawa maling,” kata Maulidin, Kasie Pemerintahan Kelurahan Sebengkok.

Kasus pencurian ini sudah mereka laporkan ke polisi. “Dua buah kotak amal yang berisikan uang dirusak, kaca penutup bagian atas pecah dan uang yang berada dalam kotak amal sudah tidak ada. Serta satu unit mesin absensi sidik jari juga tidak ada,” lanjut Maulidin.

Akibatnya, para pegawai negeri sipil (PNS) yang berjumlah 16 orang di kantor Kelurahan Sebengkok tak bisa melakukan absensi secara otomatis, dan hanya menggunakan absensi manual.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tarakan Barat, AKP Syamsu Alam membenarkan bahwa telah terjadi pencurian di kantor Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah.

Dan setelah diselidiki oleh tim identifikasi, ditemukan jejak kaki dan tangan pelaku. “Pelaku diketahui naik melalui dinding toilet. Petugas sudah mengantongi sidik kaki dan jemari pelaku. Saat ini masih dilakukan lidik lebih lanjut,” ujar Syamsu Alam.

Kasus pencurian tak hanya terjadi di kantor Kelurahan Sebengkok. Di hari yang sama, salah satu konter handphone di komplek pertokoan Gusher Jalan Gajah Mada juga dibobol maling.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, sedikitnya 30 unit handphone berbagai merek raib dalam waktu semalam saat kondisi konter sudah tutup. Namun tidak ada yang mengetahui pasti jam berapa pencurian tersebut terjadi.

Salah seorang karyawan toko yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, handphoneyang dibawa kabur maling tersebut merupakan handphone yang memiliki harga jual diatas Rp 5 juta hingga Rp 11 juta lebih.

“Ada 30 unit mas yang dibawa kabur, dan (maling) ngambilnya pun pilih-pilih karena yang diambil merupakan handphone dengan harga jual tinggi,” ucapnya.

Menurutnya, saat itu kondisi pintu ruko dalam keadaan terkunci dan tidak mengalami kerusakan apapun.

“Saya juga tidak tahu masuknya lewat mana? Kondisi pintu tidak dalam keadaan rusak,” tambahnya.

Karyawan ini mengatakan ruko dilengkapi dengan CCTV. Tapi sayangnya, saat ruko tutup CCTV tidak dinyalakan.

“CCTV nggak nyala kalau ruko sudah tutup,” tuturnya.

Ditambahkannya, atas peristiwa ini pihak konter sudah melaporkan ke polisi untuk mengusutnya. Hanya saja saat ini pemilik toko sedang berada di luar Tarakan.

Akibat pencurian handphone ini, dapat dipastikan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Wakapolres Tarakan Kompol Riski Fara Shandy membenarkan jika kasus pencurian di Tarakan kembali marak belakangan ini. Untuk itu kepolisian berharap agar warga Tarakan lebih waspada di lingkungan sekitarnya.

“Saya menyarankan agar masyarakat mengaktifkan kembali siskamling di lingkungan masing-masing,” kata Riski.(*/eru/ddq)

loading...
Click to comment
To Top