Gubernur Tegaskan, Tembak di Tempat Bandar Narkoba Suda Tepat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Gubernur Tegaskan, Tembak di Tempat Bandar Narkoba Suda Tepat

FAJAR.CO.ID, PALANGKARAYAGubernur Kalteng H Sugianto Sabran sedang gencar-gencarnya memerangi peredaran narkoba di Bumi Tambun Bungai. Keseriusan gubernur dalam pemberantasan itu, salah satunya dibuktikan dengan memberikan hadiah kepada aparat yang menembak sang bandar narkoba.

Terobosan dari gubernur dengan hukuman tembak di tempat dianggap cara yang efektif untuk memotong mata rantai peredaran narkoba di Kalteng. Pasalnya, sudah banyak anak bangsa yang ketergantungan narkoba karena kian tahun makin meningkat. Sehingga, kata gubernur cukup pantas seorang bandar mendapatkan hadiah timah panas (tembak, red) di tempat.

“Mereka (bandar) itu sebenarnya pembunuh massal,” kata gubernur saat menerima audiensi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng yang dipimpin Ketua Umum KH Mahlan Umar SHi dan jajaran di rumah jabatannya, Minggu (20/11).

Kenapa bandar pantas mati? menurut gubernur ketika seorang bandar ditangkap dan masuk sel, betapa enaknya bandar-bandar itu, karena di penjara si bandar mendapat jatah makan dari uang negara. Tapi ketika sudah diberi demikian, ternyata masih saja ada bandar yang mengedarkan narkobanya dari penjara. Hal inilah yang membuatnya geram.

“Coba sampean (pengurus MUI) semua perhatikan, kan sangat tidak adil. Padahal bandar ini sudah membunuh generasi kita dari semua elemen. Ketika dia masuk malah enaknya makan gratis dari uang negara. Eh masih mengedar narkoba dari penjara,” tambah gubernur.

Dalam kesempatan itu, Sekjen MUI Kalteng Dr H Syamsuri Yusuf menyebutkan bahwa persoalan narkoba sekarang tidak hanya menjadi ranah aparat dan pemerintah, tapi sudah menjadi perhatian kalangan ulama yang tergabung dalam MUI Kalteng.

“Karena itu  beberapa waktu lalu  MUI secara nasional mendklerasikan Gerakan Nasional Antinarkoba (Ganas Annar), dengan harapan agar Ganas Annar ini segera dideklarasikan di tingkat Kalteng dan semua kabupaten oleh pengurus MUI setempat,” katanya.

Wakil ketua H Amin Suhaimi menambahkan, berdasarkan data BNN pada acara deklarasi Ganas Annar saat itu, jumlah korban narkoba secara nasional sudah mencapai angka 5 juta jiwa.

Diperkirakan tahun 2017 penderita narkoba bisa mencapai 7 juta jiwa. Ini makin parah karena pengobatan dan rehablitasi  penderita narkoba hanya di permukaan tidak  membuat mereka sembuh total.

Sementara Ketua Umum MUI Kalteng KH Mahlan Umar menyatakan, sikap MUI Kalteng akan mengawal visi dan misi Gubernur H Sugianto Sabran. Menurutnya, untuk mencapai tujuan Kalteng berkah perlu dukungan semua masyarakat.

“Kami salah satunya yang siap mengawal visi misi Gubernur,” kata Syamsuri menimpali.(pri/ala)

loading...
Click to comment
To Top