Ini Kisah Lanjutan Ketua DPRD yang Kepergok Ngamer Bareng Istri Bawahan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Ini Kisah Lanjutan Ketua DPRD yang Kepergok Ngamer Bareng Istri Bawahan

FAJAR.CO.ID SINJUNJUNG – Ketua DPRD Sijunjung Sumatera Barat, Mukhlis R (55), digerebek warga sedang berbuat mesum dengan istri sopir, YL (40).

Perbuatan bejat dan memalukan itu terjadi pada Jumat malam (18/11) lalu.

Pasca kejadian memalukan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Kabupaten Sijunjung mendesak Mukhlis R, untuk mundur dari kursi DPRD.

Sebab, prilakunya dianggap memalukan dan menjadi aib bagi Kabupaten Sijunjung.

“Sebagai masyarakat Sijunjung, tidak ada lagi tempat menyembunyikan rasa malu atas peristiwa ini,” tegas Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sijunjung, Epiradisman.

Sebagai pejabat daerah, lanjut dia, seharusnya perbuatan tersebut tidak terjadi. Ini bukan hanya malu secara pribadi, tetapi aib bagi Sijunjung.

“Ibarat kata istilah, Tapanjiek lansek larangan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD Sijunjung, Sumatera Barat, Mukhlis R digerebek warga saat berbuat mesum dengan istri sopir DPRD Sinjunjung.

Perbuatan memalukan itu terjadi pada Jumat (18/11) sekitar pukul 19.45 WIB.

Parahnya, aksi mesum politikus Partai Golkar itu dilakukan dengan YL yang juga tenaga honorer di rumah dinas pegawai pemkab setempat.

Penggerebekan ketua DPRD Sijunjung istri sopir kantor DPRD Sijunjung itu, berawal dari kecurigaan warga Jorong Gambok, Kenagarian Muaro.

Dia diduga kerap berduaan dengan YL ketika suaminya sedang dinas luar.

Saat pimpinan DPRD itu berjalan kaki menuju rumah YL yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah dinas ketua DPRD Sijunjung, beberapa warga membuntutinya dari belakang.

Benar saja, ketua DPRD dua periode tersebut langsung masuk ke rumah selingkuhannya.

Setelah menunggu beberapa saat, pukul 21.00, warga langsung melakukan penggerebekan ke dalam kamar YL.

Betapa terkejutnya warga melihat ketua DPRD dan YL tengah berbuat asusila.

“Kami memergoki mereka tengah bugil,” tutur salah seorang satpam SPBU Muaro yang ikut menangkap aksi maksiat wakil rakyat tersebut.

Kejadian tersebut membuat warga Sijunjung heboh. Ratusan warga Nagari Muaro dan sekitarnya berbondong-bondong ke lokasi dan berupaya menghakimi pasangan mesum itu.

Mujur aksi itu bisa dicegah tokoh masyarakat dan membawa keduanya ke kantor Wali Nagari Muaro.

Sesampai di kantor Wali Nagari Muaro, warga yang telanjur emosi tetap berupaya menghakimi pasangan selingkuh itu.
Melihat kondisi itu, beberapa tokoh masyarakat menghubungi polisi.

Selanjutnya, aparat kepolisian dan pemerintahan nagari bermusyawarah di Balai Nagari Muaro.

Berdasarkan hasil musyawarah itu, diputuskan keduanya didenda masing-masing 50 sak semen.

“Sesuai aturan nagari, pelaku mesum harus membayar denda 100 sak semen. Denda ini sudah disepakati semua pihak,” ungkap Sudirman, sekretaris Nagari Muaro seusai musyawarah.

Terkait perilaku salah saorang pimpinan wakil rakyat itu, Epiradisman langsung menyarankan agar Mukhlis R segera mengajukan surat pengunduran diri dari keanggotaan di DPRD Sijunjung.

“Tidak hanya mundur sebagai pimpinan DPRD saja, tetapi harus mundur dari anggota DPRD, karena perbuatannya tidak bisa ditoleransi oleh masyarakat,” imbuh Epiradisman.

Tokoh pemuda Kabupaten Sijunjung, Indra Jaya mengatakan, peristiwa penangkapan ketua DPRD Sijunjung saat berbuat mesum dengan istri sopir tersebut menjadi pelajaran penting bagi pejabat di Kabupaten Sijujung.

Dirinya juga bertekad akan terus mengawal proses hukum yang dijalani ketua DPRD Sijunjung tersebut hingga selesai.

“Meskipun nanti ketua DPRD terlepas dari jeratan hukum, namun sebagai pejabat daerah harus mendapat hukuman moral dengan pemecatan, dan pihak yang terkait harus tegas dalam hal ini,” tegas mantan Ketua Pemuda Nagari Muaro. (fajar/pojoksatu)

Click to comment
To Top