Jaksa Terjaring OTT, Komisi III Bakal Panggil Prasetyo – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Jaksa Terjaring OTT, Komisi III Bakal Panggil Prasetyo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Seorang Jaksa Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Jawa Timur terkena operasi tangkap tangan (OTT). Dia diduga telah menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar.

Anggota Komisi III DPR Dossy Iskandar mengaku, dalam waktu dekat komisi hukum akan menggelar rapat kerja dengan Jaksa Agung HM Prasetyo. Pihaknya akan menanyakan masih adanya tindakan yang mencoreng intitusi Koprs Adhyaksa.

“Kita akan minta evaluasi kepada Jaksa Agung,” ujar Dossy kepada JawaPos.com, Kamis (24/11).

Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu menegaskan, saat ini Jaksa Agung HM Prasetyo terlihat kurang semangat dalam mengatasi penegakan hukum terkait kasus korupsi. “Jaksa Agung lagaknya terlalu flamboyan kurang greget di tindakan hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang Jaksa Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Jawa Timur ditangkap tim khusus Kejaksaan Agung saat menerima suap. Kabarnya tim menyita barang bukti uang sebesar Rp 1,5 miliar dari tangan jaksa tersebut.

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos, operasi tangkap tangan itu dilakukan oleh tim khusus bentukan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Tim tersebut mendengar informasi bahwa akan ada penyerahan uang suap terkait dengan kasus yang sedang diusut di Kejati Jatim.

Petugas kemudian menguntit jaksa tersebut sejak bertolak dari Pengadilan Negeri Surabaya. Sebab, jaksa tersebut sejak kemarin pagi hingga tengah hari, menyidangkan perkara di pengadilan yang berlokasi di Jalan Arjuno itu.

Tim langsung melakukan penangkapan ketika jaksa tersebut menerima duit dari penyuap. Sampai berita ini ditulis, belum jelas siapa penyuapnya. Hanya saja, suap tersebut dikabarkan terkait dengan penggunaan anggaran di Pemprov Jatim.

Sempat beredar kabar bahwa operasi tangkat tangan itu sebenarnya akan dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPk). Lembaga antirasuah itu juga sudah mendengar informasi tersebut dan melakukan penyelidikan. Hanya saja, Tim khusus Kejaksaan Agung lebih dulu melakukan penangkapan. (Fajar/JPG) 

Click to comment
To Top