Kuliah di Surabaya, Mahasiswa Malaysia Dihajar Diare, Besoknya Meninggal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Kuliah di Surabaya, Mahasiswa Malaysia Dihajar Diare, Besoknya Meninggal

mayat-pria-ilustrasi-630x350

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Seorang mahasiswa UINSA yang bernama Abdul Muizz ditemukan meninggal di dalam kamar kontrakan di Jalan Jemur Wonosari Gang Mualim Nomor 2.

Kematian pria asal Malaysia itu terjadi pada Selasa (22/11) dini hari.

Esok harinya, M. Ismail pemilik rumah kontrakan itu menyatakan bahwa tiga kamar di lantai dua rumahnya memang dikontrak lima mahasiswa asal Malaysia.

Mereka belum setahun tinggal di sana. “Saya tidak tahu pas dia meninggal. Tahu-tahu ada ambulans di depan rumah,” ujar pria 46 tahun itu.

Pria yang saban hari pulang pergi Surabaya–Krian tersebut mengungkapkan, korban sakit demam dan diare sebelum meninggal.

“Yang disayangkan, teman-teman sekontrakan Muizz tidak segera membawanya ke rumah sakit,” ujarnya.

Mereka baru menghubungi RSI Jemursari setelah korban tidak bergerak.

Ismail menambahkan, selama ini mahasiswa kelahiran 10 Januari 1997 itu dikenal ramah. Meskipun Muizz memang jarang keluar rumah.

Sebab, lelaki yang merupakan anak seorang guru besar Universitas Malaysia Serawak (UMS) tersebut biasanya lebih banyak belajar.

“Dia juga sering pulang malam karena banyak tugas di kampus,” imbuhnya.

Hadif Syahmi, teman sekontrakan Muizz, menuturkan bahwa mereka sama-sama berasal dari Serawak.
Belakangan, mahasiswa fakultas dakwah dan komunikasi itu mengeluh diare.

“Perutnya sakit, Pak,” tuturnya dengan cengkok Melayu yang kental.

Korban sudah meminum beberapa obat-obatan. Meski demikian, penyakitnya tak kunjung sembuh.

Akhirnya, pada Selasa sekitar pukul 03.00, teman-temannya berusaha membangunkan Muizz karena sudah subuh.
Namun, ketika masuk ke kamar, Muizz sudah tidak bergerak.

Kanitreskrim Polsek Wonocolo AKP Arif Suharto menjelaskan, setelah menerima laporan adanya WNA yang meninggal, pihaknya meminta data-data identitas kepada pemilik kontrakan.

Selain itu, laptop dan barang berharga lain diamankan agar tidak hilang.

“Tidak ada luka-luka. Korban memang meninggal lantaran sakit,” tegasnya.

Muizz langsung dimakamkan di TPU Sukolilo. “Keluarga meminta untuk cepat dimakamkan,” tambah mantan Kanitreskrim Polsek Wiyung tersebut.

Sementara itu, kematian Muizz sangat mengejutkan pihak kampus.

Teman satu jurusan di Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA larut dalam duka.

Kepala Program Studi BKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA Agus Santoso mengungkapkan, pihak keluarga memang meminta Muizz dimakamkan di Indonesia.

Bahkan, prosesi itu dilakukan sebelum keluarga tiba di Surabaya.

Agus menerangkan, respons cepat bukan hanya datang dari UINSA, tapi juga Pemkot Surabaya. Wali Kota Tri Rismaharini memerintah dinas kebersihan dan pertamanan mempersiapkan liang kubur bagi Muizz. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top