Njirr.. Akalannya Micgyver! Sabu Dibikin Jadi Bedak Lengkap dengan Kotak Kosmetik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Njirr.. Akalannya Micgyver! Sabu Dibikin Jadi Bedak Lengkap dengan Kotak Kosmetik

narkoba
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Reskoba Samarinda kembali merilis Penangkapan pelaku pengedaran narkoba dan penyalahgunaan Narkoba, Selasa(22/11) pukul 15.00 wita. Tersangka Nasir pelaku pengedaran Narkoba menyimpan 32 Poket sabu di tempat Kosmetik, dan 3 poket sabu yang disimpan di kantong pelaku. Sementara tersangka Amir membuang 3 poket sabu yang dibelinya dari Nasir saat hendak dilakukan penangkapan oleh petugas.

Nasir dan Paisal Amir tertangkap setelah melakukan transaksi di Jalan Pahlawan, komplek pasar segiri Kel. Sidodadi, Samarinda Ulu Senin (21/11). Dari penggeledahan ditemukan 35 poket sabu dengan berat 16,86 gram, di dalam kota kosmetik, 1 sendok penakar dan 1 bundel plastik flip dan uang tunai Rp 500 ribu, serta 3 poket yang dibuang di lantai oleh amir.
“Saat tersangka ingin diamankan, tersangka amir mencoba mengelabui petugas dengan membuang Narkotika ke lantai,” ujar Komandal Belny, Kasat Reskoba Polresta Samarinda.

Tersangka Paisal Amir mengaku bahwa ia menggunakan narkoba karena dia merupakan seorang sopir yang bepergian jauh dan pasalnya setelah menggunakan barang tersebut ia akan merasa kuat untuk bekerja keras.
“Ini cuma buat nyupir aja mas, kalau gak nyupir yah gak pakai ini” ujar Amir.

Sementara tersangka Nasir mengaku mengedarkan barang haram itu, tetapi hHanya di lingakungan Pasar Segiri, dan terkadang dia memakai sendiri kalau ingin membantu kawan-kawanya di pasar tersebut. “Ya ngedarnya disitu-situ aja mas, tapi kalo mau kerja ya saya pake juga,”. ujar Nasri.

Tangkapan 2 orang tersangka tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak kasus Narkoba yang ada di Samarinda, semakin hari tetap saja ada kasus narkoba yang muncul, dan tersangka Nasir dan Amir, ternyata sudah pernah mendekam di penjara sebelumnya walaupun dengan kasus yang berbeda. (rad/hfz)

loading...
Click to comment
To Top