Ada Lagi Modus Baru Pengedar Narkoba, Pakai Botol Bedak, Lalu.. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Ada Lagi Modus Baru Pengedar Narkoba, Pakai Botol Bedak, Lalu..

Ka BNNP Papua Barat Kombes Jackson Lapalonga (kanan) beberkan penangkapan pelaku pemasok narkoba, Kamis (24/11)

FAJAR.CO.ID, PAPUA – Pihak aparat BNN (Badan Narkotika Nasional) Provinsi Papua Barat berhasil mengamankan narkoba jenis sabu dan ekstasi dalam jumlah lumayan besar.  Diduga kuat barang bukti narkoba ini dipasok oleh jaringan besar di Jakarta.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa sabu sebanyak 103 gram, esktrasi 101 butir, uang Rp2,8 juta dan handphone. BNN juga menahan seseorang berinisial AK (35) yang mengambil paket barang haram ini di bandara. Diduga AK sebagai bagian dari pemasok dan pengedar narkoba jaringan Jakarta-Manokwari.

Dilansir dari Radar Sorong (Fajar Group) Kamis (24/11) kemarin, Kepala BNN Provinsi Papua Barat Kombes Pol Drs Jackson Lapalonga,M.Si menuturkan, tersangka dan barang bukti narkoba diamankan di areal kargo bandara Rendani, Selasa (22/11) sekitar pukul 15.00 WIT.

Barang haram ini dikirim via jasa pengiriman barang. Modus pengiriman paket sabu-sabu dan esktasi ini diisi di dalam botol bedak kemudian dikemas dalam karton dicampur  beberapa lembar pakaian.

‘‘Dia (AK) mengambil barang kiriman di bagian kargo kawasan bandara. Dia sempat lari setelah melihat kita. AK tertangkap setelah dilakukan pengejaran. Jadi pengiriman dikamuflasekan. Di dalam karton ada kaos dan barang-barang lainnya. Begitu modusnya,’’ beber Jackson.

Dijelaskannya, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi BNN di Jakarta bahwa akan ada pengiriman barang dari Jakarta ke Manokwari lewat jasa pengiriman. Jajaran BNNP Papua Barat kemudian berkoordinasi dengan jasa pengiriman barang.

“Secara kooperatif mereka mengizinkan kepada kami untuk melakukan penyelidian atas barang tersebut dan sekitar jam 15.00 WIT kita lakukan penangkapan terhadap AK,’’ ungkapnya.

Barang dikirim secara rapi. Sebagai kamuflase,dalam karton di isi beberapa lembar baju serta alat-alat kecantikan. Pada karton ditulis alamat penerima serta nomor handphone.

Saat penangkapan terhadap AK, aparat BNN mencoba mengembangkan kasus. Seseorang yang diduga kuat terkait dengan sabu-sabu dan ekstasi telah melarikan diri. ‘’AK tidak sendiri,tapi ada orang lain.Kami akan tetapkan yang bersangkutan sebagai DPO (daftar pencarian orang),’’ tandasnya. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top