Habib Rizieq: Gawat! Komunikasi tak Dibangun, Tau-tau Kita Dituduh Makar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Habib Rizieq: Gawat! Komunikasi tak Dibangun, Tau-tau Kita Dituduh Makar

demo-tuntut-ahok-dipenjara-habib-rizieq

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keputusan untuk melaksanakan shalat jumat di sepanjang jalan Jendral Sudirman-Thamrin masih tetap dipertahankan.

Para peserta demo akan menggelar sajada pada 2 Desember mendatang  di seputar jalan Semanggi, Patung Kuda, hingga Istana Merdeka

 

“Mihrabnya itu kan menghadap ke arah Tanah Abang. Dari Semanggi sampai Patung Kuda, bahkan sampai Istana, itu jadi shaf,” ujar Habib Rizieq Shihab dalam wawancara eksklusif bertajuk Aksi 212 di Radio Rasil, Kamis malam (24/11/2016).

Menurut Habib Rizieq, pengaturan shaf saat shalat Jumat di jalan hanya soal teknis. Hal itu bisa diatur dengan mudah, sehingga tidak perlu dipermasalahkan.

Menurut Habib Rizieq, yang jadi persoalan saat ini adalah rencana tersebut dilarang oleh Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Rizieq menyesalkan karena larangan itu justru disampaikan Polri lewat media, tanpa membuka komunikasi dengan mereka yang mau melakukan aksi 212.

“Cuma yang sekarang yang lebih gawat lagi, komunikasi tidak dibangun, tau-tau kita dituduh makar. Ini kan persoalan semakin serius,” imbuh Habib Rizieq.

Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) itu, merasa jadi sasaran tembak Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika menyebut ‘makar’ saat memberikan penjelasan terkait demo 25 November dan 2 Desember 2016.

“Kita mau tanya makar itu yang mana? Kalau memang ada rapat-rapat yang kami buat merencanakan makar, tolong sebutkan. Kapan rapatnya, dimana, hari apa? Putusan rapat itu bagaimana, siapa pesertanya, sebutkan! Kalau memang ada tangkap!,” tegas Habib Rizieq.

Habib Rizieq berharap Mabes Polri dan Polda Metro Jaya membuka pintu komunikasi untuk membicarakan rencana demo 2 Desember 2016. Sebab, waktunya masih panjang. Habib Rizieq mengaku siap berdialog dengan aparat kepolisian untuk mencari jalan terbaik.

“Saya minta kepada aparat keamanan, khususnya kepada aparat kepolisian, ayo kita duduk bareng. Apa muanya mereka, apa maunya kita. Yang penting mereka tidak melakukan intimidasi,” tandas Habib Rizieq. (PS1/fajar)

loading...
Click to comment
To Top