Horor..!! Korut Bang Krematorium Baru di Kamp Penyiksaan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Horor..!! Korut Bang Krematorium Baru di Kamp Penyiksaan

screenshot_2016-11-25-18-09-31_com-android-chrome_1480072377599

FAJAR.CO.ID PYONGYANG – Bangunan horor kembali diberikan oleh Negara Komunis Korea Utara di kamp-kamp penjaranya sebagai bagian dari penyiksaan “skala besar”.

Kali ini Korea Utara (Korut) menambahkan enam pos penjagaan baru dan sebuah krematorium di kawasan horor itu.

Hal itu diungkapkan oleh kelompok pengamat hak asasi manusia (HAM), Amnesty International.

Seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (25/11/2016) kelompok tersebut menunjukkan foto satelit dari kamp penjara Kwanliso 15 dan Kwanliso 25.

Di kedua tempat tersebut terjadi peningkatan aktivitas yang mencurigakan.

Menurut sebuah laporan PBB, Korut telah melakukan kekejaman di kamp-kamp penjara berupa pemerkosaan, pembunuhan anak, penyiksaan, dan membuat bencana kelaparan.

“Temuan kami sebelumnya tentang kerja paksa dan penahanan di Kwanliso ada infrastruktur fisik yang digunakan pemerintah untuk melakukan kekejaman ketika memerintahkan kerja paksa,” ujar seorang analis citra satelit Amnesty International, Micah Farfour.

Penghuni kamp-kamp tersebut diestimasikan mencapai 120 orang.

Mereka diyakini merupakan tahanan politik di mana banyak yang dijebloskan ke penjara hanya karena mengkritik rezim.

Seorang warga Korut yang membelot dan berhasil meloloskan diri dari kamp penjara tersebut mengatakan, tahanan akan dipaksa bekerja sampai mati.

Beberapa diantaranya bahkan diperintahkan untuk membunuh anak-anak mereka sendiri demi mengurangi jumlah perut yang butuh makan.

“Pemerintah Korut masih menyangkal keberadaan kamp-kamp itu,” ujar Kerry Moscogiuri, Direktur Kampanye Amnesty International Inggris.

Puluhan ribu tahanan menghadapi penderitaan yang tak terbayangkan, yaitu penyiksaan melalui kerja paksa, kekurangan gizi yang merajalela, hukuman yang penuh kekerasan, pemerkosaan bahkan eksekusi mati.

Eks tahanan Korut yang menghabiskan waktu tiga tahun di salah satu kamp kerja paksa sebelum akhirnya membelot dilaporkan menulis surat terbuka kepada Trump.

Ia meminta miliarder itu untuk mengakhiri rezim komunis Korut.

“Aku tidak meragukan bahwa diktator Korut akan menguji Anda pemerintahan baru Anda dengan provokasi baru, dan aku mendesak Anda untuk melanjutkan kerjasama dengan pemerintahan Korsel dan sekutu regional lainnya untuk menangani ancaman rezim,” tulis pembelot tersebut.

loading...
Click to comment
To Top