Hotline Pelecehan Seksual untuk Pemain Sepak Bola Ramai Penelpon – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Bola

Hotline Pelecehan Seksual untuk Pemain Sepak Bola Ramai Penelpon

FAJAR.CO.ID – Inggris punya nomor hotline baru. Hotline tersebut dikhususkan untuk pemain sepakbola usia anak-anak yang bermain sepakbola di Inggris dan mengalami pelecehan seksual. Bari dibuka pada Kamis (24/11) pagi waktu setempat, hotline tersebut sudah ramai penelepon.

Angkanya mencengangkan. Dalam sejam dibuka, mereka sudah menerima 50 telepon. Hotline itu digagas oleh  National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) alias Masyarakat untuk Pencegahan Kejahatan Terhadap Anak-anak memaparkan dengan dukungan dari Asosiasi Sepakbola Inggris.

Hotline itu dibuka setelah mantan pemain sepakbola Inggris Andy Woodward, Steve Walters, dan Paul Stewart mengungkapkan kepada media kalau mereka menjadi korban pelecehan seksual saat anak-anak. Pemain yang lain David White, juga mengungkapkan hal yang sama.

”Seharusnya, tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi pelecehan seksual di olahraga nasional kita. Dan, mungkin banyak orang lain yang menderita pelecehan yang sama saat masih muda namun tidak pernah berani untuk mengungkapkannya,” ujar chief executive NCPCC Peter Wanless seperti dilansir CNN, Jumat (25/11).

Woodward, mantan pemain klub Sheffield United mengungkapkan kalau dia dilecehkan secara seksual oleh pelatihnya Barry Bennell saat bermain di klub anak-anak Crewe Alexandra di utara Inggris pada tahun 80 dan 90-an. Bennell sendiri sudah dipenjara pada 1998 selama 9 tahun setelah mengaku melakukan pelecehan seksual kepada anak-anak.

Mantan bintang sepakbola Inggris dan Manchester City, White, serta mantan pemain Manchester United, Walters, juga mengaku menjadi korban Bennell. Stewart, yang bermain untuk Liverpool dan Tottenham Hotspur, mengatakan ada pelatih lain yang berulang kali melakukan kejahatan tersebut.

Pelatih itu juga mengancam akan membunuh keluarganya bila dia mengatakan kepada orang lain.

Pengakuan pemain-pemain sepakbola ini mendapatkan dukungan dari masyarakat. Netizen memberikan dukungan tersebut melalui akun jejaring sosial yang mereka miliki.

Dalam pernyataan yang dirilis NSPCC, anak lelaki umumnya memang tidak suka membicarakan mengenai kejadian yang menimpanya. ”Ruang ganti adalah tempat maskulin dan kelaki-lakian. Artinya, sangat sulit bagi pemain untuk membicarakan mengenai masalah seksual atau pelecehan,” tulis mereka.

”Namun, sangat penting untuk mengungkapkan kebenaran. Bersama asosiasi sepakbola kamu meminta pemain dan lainnya yang terlibat di sepakbola untuk menggunakan hotline kami.” (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top