Kasian.. Istri Korban yang Lagi Hamil, Pasrah Suaminya di Culik di Kelompok Bersenjata Filipina – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Kasian.. Istri Korban yang Lagi Hamil, Pasrah Suaminya di Culik di Kelompok Bersenjata Filipina

militer-filipina-dan-kelompok-abu-sayyaf-bentrok-9-tewas-oY4
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SEBATIK – Nasib Sawal, warga Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah, yang diculik kelompok bersenjata Filipina belum ada kejelasan hingga saat ini. Istri Sawal, Ramlah, hanya pasrah dan tidak mampu berbuat banyak setelah suaminya diculik pada Sabtu (19/11) di Perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Ramlah yang ditemui awak media ini di kediamannya pada Rabu (23/11) terlihat sedih dan bingung. Sejak suaminya diculik, dia tidak tahu ingin meminta tolong kepada siapa. Sejauh ini pihak Kecamatan Sebatik Tengah telah berkunjung dan memberikan semangat kepada Ramlah.

Ramlah yang kini hamil empat bulan harus pasrah dengan kejadian ini. Peristiwa yang terjadi terhadap suaminya sangat mengejutkan Ramlah karena sebelum diculik sekira pukul 20.00, pada Sabtu (19/11), dia sempat berkomunikasi dengan sang suami pukul 19.00. Lalu, pada pukul 22.00, Ramlah mendapat kabar dari anak Sawal yang berada di Sulawesi Selatan bahwa ayahnya diculik.

Sawal yang bekerja sebagai nelayan di Sabah, Malaysia, sejak enam tahun lalu memang tidak memiliki tempat tinggal di Sabah. Tiap bulan Sawal pasti mengunjungi Ramlah di Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah, sepulang melaut.

Dengan kejadian ini, Ramlah berharap pemerintah segera menolong suaminya agar cepat kembali ke pelukannya. Sebab, saat ini satu-satunya harapan Ramlah hanya suaminya. Apalagi dirinya sedang hamil. Pihak perusahaan tempat Sawal bekerja belum pernah berkomunikasi dengan keluarga Sawal.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Maspul Abdul Muin mengatakan, pemerintah setempat telah berkomunikasi dengan istri korban. Saat ini bantuan yang diberikan hanya kata semangat dan dorongan kepada Ramlah.

Kejadian yang dialami keluarga Sawal telah disampaikan kepada Bupati Nunukan Asmin Laura agar masalah ini dikomunikasikan kepada pemerintah pusat.  (*/nal/eza/ms/k16)

loading...
Click to comment
To Top