Yaelaa… TV Pemda Kok Siar Film Panas, Warga Geger! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Yaelaa… TV Pemda Kok Siar Film Panas, Warga Geger!

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SANGATTA  –  Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Timur (KPID Kaltim) meminta Televisi Kutai Timur (TV Kutim) menghentikan siarannya. Sebab, selain masalah tayangan film panas yang sempat viral di media sosial, stasiun penyiaran milik Pemkab Kutim tersebut ternyata juga belum mengantongi izin resmi penyiaran. Ketegasan ini disampaikan, Wakil Ketua KPID Kaltim Akbar Ciptanto, dihubungi melalui telepon selulernya.

“Sesuai hasil rapat pleno, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang menaungi TV Kutim harus mengentikan siaran. Selain itu, kami juga akan membuat surat edaran ke seluruh lembaga penyaiaran berlangganan untuk tidak menayangkan siaran TV Kutim lagi,” tegas Akbar.

Dia menerangkan, setiap stasiun televisi wajib mengantongi izin sebelum menyebarluaskan siarannya. Sebab, ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran.

“Statusnya (TV Kutim, Red.) sekarang tidak mempunyai izin, sehingga kami minta siarannya ditutup. Izinnya itu harus dikeluarkan melalui Kominfo (Kementerian Komunikasi dan informasi). Jadi nggak bisa sebatas Perbub (Peraturan Bupati) saja,” tegasnya.

Akbar mengakui, saat melakukan sosialisasi tentang perizinan penyiaran, sudah pernah memberikan saran ke Pemkab Kutim agar segera mengurus izin TV Kutim. Namun, sampai munculnya kasus tayangan film panas tersebut belum juga dilakukan. Sehingga langkah tegas langsung diambil untuk menghentikan seluruh siaran.

“Sedangkan untuk Radio Pemerintah Daerah (RPD), masih boleh bersiaran. Karena sudah mengantongi izin prinsip. Namun dengan catatan, izin prinsip tersebut sifatnya sementara. Karena tetap harus mengurus izin resmi. Jika sampai tahun ini tidak segera mendapat izin resmi, maka ada dua kemungkinan, apakah izin prinsipnya bisa diperpanjang atau dicabut sekalian,” ucap Akbar.

Sebelumnya, akibat menayangkan film panas, TV Kutim menjadi viral di media social. Kecaman pun berdatangan dari pengguna medsos. Sementara terkait tayangan tersebut, Kepala UPT TV Kutim Dishubkominfo Diabudi mengaku teledor dalam menyeleksi tayangan yang diputar. Dia pun langsung menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan memperbaiki kualitas tayangan. (aj/KPG)

loading...
Click to comment
To Top