Lah, Warga Tiongkok Bikin Paspor Indonesia di Banten – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Lah, Warga Tiongkok Bikin Paspor Indonesia di Banten

FAJAR.CO.ID, BENTEN – Di Banten terbongkar kasus pembuatan paspor Indonesia oleh warga negara asing (WNA) bernama Wang Fuqiang (27) asal Tiongkok. Polda Banten pun menyelidiki dugaan praktik suap dan pungutan liar (pungli) dalam proses pembuatan paspor tersebut.

Dilansir Banten Pos (Fajar Group), Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pihaknya akan menyelidiki dugaan pungli. Hal itu, kata dia, atensi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Kalau memang benar ada, kita akan tindaklanjuti. Itu kan sudah amanat dari Kapolri untuk memberantas pungli di instansi-instansi pelayanan publik,” kata Listyo usai melepas Kapolri di lapangan helipad Polda Banten, Jumat (26/11).

Direktur Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Nurullah, ditemui di tempat yang sama mengaku baru mendapatkan informasi tersebut. “Kami akan secepatnya menyelidiki informasi ini,” kata Nurullah.

Pihaknya akan konsen pada soal dugaan suapnya pada proses pembuatan Paspor dan menyelidiki tentang dari mana si WNA mendapatkan Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Pengganti KTP. Sementara itu, untuk persoalan keimigrasian diserahkan ke pihak imigrasi.

Pengamat hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Mochamad Arifinal, menyarankan kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan praktik pungli.

“Itu (pungli) yang hari ini jadi konsennya Jokowi. Lapor ke tim Saber (Sapu Bersih) Pungli. Itu sama dengan penyelundupan orang ke dalam imigrasi. Nanti, termasuk warga masyarakat juga harus lapor jika tahu, harus diusut,” kata Arifinal.

Arifinal juga heran mengapa WNA dengan begitu mudah mendapatkan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) Indonesia.

“Orang itu kok bisa punya KTP. Membuat KTP itu kan ada syaratnya. Kalau hanya masuk wilayah Indonesia cukup izin tinggal. Didapatkan dari izin kepolisian. Dalam arti dia menetap. Dia lapor sebagai WNA di catatan sipil. Kalau sudah dapat itu baru boleh tinggal. Statusnya tetap WNA,” katanya.

Temuan tersebut mengakibatkan dipanggilnya pejabat Imigrasi Kelas I Serang oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Ajub Suratman.

Pemeriksaan kedua pejabat tersebut terkait dugaan adanya oknum petugas di Kantor Imigrasi Serang yang ikut membantu warga Tiongkok dalam proses pembuatan paspor Indonesia.

Oknum tersebut dikabarkan telah mendapatkan uang sebesar Rp 10 juta dari Wang Fuqiang dari yang dijanjikan sebesar Rp 20 juta.

Oknum yang bertugas pada bagian kasir ini diketahui bertugas mendampingi pelaku mulai dari pendaftaran namun pada saat wawancara aksi pelaku berhasil diketahui. (Fajar/JPG)

To Top