Minta Izin Akhiri Hidup, Mantan Karyawan Pertamina Ditemukan Tewas Gantung Diri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Minta Izin Akhiri Hidup, Mantan Karyawan Pertamina Ditemukan Tewas Gantung Diri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Abdul Jafar (60), warga Kampong Palet, RT 03, Desa Sangatta Selatan (Sangsel), Kecamatan Sangsel, Kutai Timur (Kutim) membuat gempar warga setempat. Dia ditemukan dalam posisi gantung diri, Jumat (25/11) pukul 07.35 Wita.

Mantan karyawan PT Pertamina Sangatta tersebut ditemukan warga disebuah pohon sawo di Kebun milik Ahmad di Jalan Pertanian, Dusun Pasar Raya, RT 04, Sangatta Selatan.

Saksi bernama Abdul Azis yang juga sahabat korban menceritakan, sebelum kejadian korban yang diketahui memiliki tiga anak tersebut sempat menelpon dirinya pukul 07.28 Wita. Dalam obrolan yang berlangsung singkat itu, korban meminta maaf dan mengatakan akan mengakhiri hidupnya.

“Sebelumnya dia (Korban, Red) meminta maaf. Terus ngomong, saya mau mengakhiri hidup. Kemudian saya bilang, kok kamu ngomong kayak gitu, janganlah kamu ngomong gitu. Terus dia bilang lagi, kamu ambil sepeda saya di kebun H Ahmad, itu sepeda saya simpan di dekat pohon sawo,” ungkapnya kepada Bontang Pos (Jawa Pos group).

Takut terjadi apa-apa, Azis bersama kedua orang rekannya dan anak korban, lalu memutuskan pergi melihat korban di tempat kejadian perkara (TKP). Benar saja, sesampainya di lokasi, Azis dibuat kaget karena melihat korban telah tergantung di atas pohon.

“Saat saya dan teman-teman saya sampai di kebun, tiba-tiba sudah lihat kaki tergantung di pohon, dan ternyata korban. Kejadiannya, kemungkinan 10 menit setelah korban menelpon saya tadi (Kemarin, Red.),” tuturnya.

Setelah melihat korban tergantung dan sudah dalam keadaan tak bernyawa, dirinya kemudian menghubungi petugas Kapospol Sangatta Selatan. Setibanya polisi di TKP, barulah mayat korban diturunkan dan dibawa ke Puskesmas Sangatta Selatan.

“Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan proses autopsi. Cuman oleh pihak kepolisian, mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta, katanya mau dilakukan proses visum dulu,” katanya.

Sementara itu, Raya (32) mengatakan, malam hari sebelum kejadian korban masih sempat terlihat main judi bersama rekan-rekannya. Kemudian saat pulang kerumah sempat terjadi pertengkaran dengan istrinya.

“Dugaan kita sih habis salat subuh dia bunuh diri di pohon sawo. Soalnya, malam masih sempat ketemu. Penyebab pastinya apa kita tidak tahu,” ujar Raya.

Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Rino Eko membenarkan prihal kasus penemuan mayat tersebut. Dan saat ini mayat korban telah berada di RSUD Kudungga Sangatta.

“Korban memang ditemukan gantung diri pakai sarung yang diikat di pohon sawo. Kita belum mengetahui secara pasti penyebabnya, kenapa korban sampai nekat gantung diri,” kata Kapolres, kemarin.

Kanit Reskrim Polres Kutim Iptu Rachmawan menambahkan, dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim dokter, tidak ditemukan adanyan unsur kekerasan pada jasad korban. “Disitukan ada dokter Puskesmas, saya tanya, katanya korban itu mengeluarkan mani dan kotoran diduburnya, sehingga untuk unsur kekerasan ngak ada,” jelasnya.

Ditanya apakah korban memiliki riwayat penyakit atau gangguan kejiwaan, Rachmawan menyebutkan, sejauh informasi yang dihimpun pihaknya dari keluarga korban dan warga setempat, juga tidak ada. Begitu juga dengan persoalan hutang piutang.

“Katanya sih, korban tidak pernah mengeluhkan ada masalah atau hutang. Terus dari keterangan anaknya, korban itu rajin salat, tapi dari keterangan teman-temannya, katanya sih korban sering ngebeleng atau pikirannya kosong,” tandasnya. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top