OSO Bilang Publik Lebih Percaya Pers Dibanding Partai Politik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

OSO Bilang Publik Lebih Percaya Pers Dibanding Partai Politik

FAJAR.CO.ID, Banyuwangi – Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan masyarakat lebih percaya kepada media massa dibanding partai politik. Karena itu, pers diharapkan elegan, sportif, dan profesional.

“Saya hanya mengingatkan, pers berperan penting karena bisa mempengaruhi kebjiakan. Bahkan masyarakat lebih percaya kepada pers dibanding partai politik,” kata OSO, di Sabha Swacata, Balambangan – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (25/11).

Terlebih di saat akan berlangsungnya proses pilkada serentak yang digelar pada tahun 2017 lanjut dia, berbagai perbedaan pendapat pasti terjadi dan itu adalah sesuatu yang wajar. Pers menurut Senator asal Kalimantan Barat itu menjadi penentu karena bisa membentuk opini masyarakat dan merubah kebijakan publik.

“Saya ulangi, masyarakat lebih percaya kepada pers daripada partai politik walaupun terkadang apa yang ditulis pers suka salah. Tapi masyarakat suka dan percaya,” ulangnya.

Karena itu, Dato Bandaro Sutan Nan Kayo itu menegaskan pers harus elegan dan sportif serta bertanggungjawab menjaga kewibawaan MPR selaku institusi negara. “Berita tentang MPR harus solid. Wartawan parlemen harus menjaga kewibawaan MPR. Jangan malah menyerang MPR,” pintanya.

Lebih lanjut, dihadapan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dia memuji kinerja Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi dalam membangun daerahnya. “Saya semalam jalan-jalan bersama bupati melihat langsung sistem filing di pedesaan. Ini bisa dicontoh MPR. MPR wajib mencontoh ini. Kita jangan malu mencontoh,” katanya.

Oesman menambahkan bahwa kabupaten Banyuwangi telah menerapkan prinsip 5S, yaitu strategi, struktur, sistem, skill, speed dan target. “Dari kabupaten ini saya juga belajar. Kabupaten ini telah menerapkan prinsip 5S. Nanti wartawan bisa cari sendiri potensi Banyuwangi,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi memaparkan berbagai kemajuan daerah Banyuwangi. Di antaranya memperpanjang landasan bandara menjadi 2.200 meter dan sudah bisa didarati pesawat jet, pengurangan kemiskinan dari 24 persen menjadi 9,17 persen, income per kapita naik dari Rp 17 juta menjadi Rp 37,6 juta per tahun.

Bupati mengatakan sejak lima tahun terakhir memproteksi pasar rakyat. Karena itu di Banyuwangi tidak ada indomart, alfamart, dan mall. Selain itu juga melarang buah impor. “Upaya ini telah meningkatkan income rakyat,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu juga menyebutkan Banyuwangi telah mengubah image dari sebelumnya dikenal sebagai klenik dan sudah berubah menjadi IT. Ini dibuktikan dengan penggunaan IT di pedesaan seperti pemanfaatan komputer dan internet di desa. (Fajar)

Click to comment
To Top