RSUD Dibobol, Uang Pasien Raib – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

RSUD Dibobol, Uang Pasien Raib

pencuri

FAJAR.CO.ID, BANGIL – Ketenangan pasien dan pengunjung RSUD Bangil terusik. Sebab, ada teror pencurian di rumah sakit pelat merah tersebut.

Betapa tidak, dalam semalam, dua orang menjadi korban. Satu korban bahkan kehilangan Rp 8 juta yang ditaruh di dalam dompet. Padahal, dompet tersebut ditaruh di laci yang disediakan pihak rumah sakit di sebelah tempat tidur pasien.

Korban pencurian tersebut diketahui bernama Solehudin, 36, warga Gondanglegi, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Lelaki yang tengah menjalani perawatan di ruang Mawar I itu kehilangan dompet berisi Rp 8 juta beserta kartu identitas.

Kejadiannya berlangsung Jumat pagi (25/11). Ceritanya, malam sebelum kejadian, Solehudin sempat menaruh dompet berisi uang di sebuah laci samping tempat tidur perawatan. Dia tak merasakan hal-hal yang mencurigakan ketika menaruh dompet tersebut, meski laci tak terkunci. ”Laci sudah saya tutup. Saya pun tidur dan tak berpikir macam-macam soal keberadaan dompet saya di laci itu,” ungkap Solehudin.

Namun, dia dibuat kaget ketika subuh. Setelah menjalani pemeriksaan oleh suster, dia mendapati laci di samping tempat tidurnya telah terbuka. Dia semakin dibuat geleng-geleng kepala ketika melihat dompet yang berisi uang jutaan rupiah di dalamnya raib.

”Uang tersebut memang baru diambilkan istri saya. Rencananya untuk keperluan saya selama di rumah sakit. Tapi, saat terbangun subuh, laci sudah terbuka dan dompet yang saya simpan di dalamnya lenyap,” sesalnya.

Aksi itu diakuinya tidak dialami dia seorang. Ada orang lain yang satu kamar dengannya juga kehilangan barang-barangnya. Bahkan, kejadian pencurian di rumah sakit BLUD tersebut berulang-ulang terjadi.

Hanya, belum ada pasien yang melaporkan ke pihak kepolisian lantaran tak sempat. Misalnya, Solehudin yang tengah sakit dan tak bisa mengadukan kejadian yang menimpanya itu ke polisi. ”Kabarnya memang sering. Karena itu, kami juga mencurigai adanya keterlibatan orang dalam rumah sakit atas kejadian ini,” ujarnya.

Korban lain yang juga kehilangan barang itu menimpa Silfana, 21, warga Prigen, Kabupaten Pasuruan. Perempuan yang menemani kakaknya di rumah sakit RSUD Bangil tersebut kehilangan handphone OPPO J Plus saat tertidur di musala kamar Mawar, Jumat (25/11).

Sekitar pukul 00.15, dia masih mendapati handphone-nya di sampingnya. Namun, tiba-tiba handphone-nya lenyap sekitar pukul 03.30 saat mendekati subuh. ”Saat saya terbangun, handphone saya hilang. Saya memang belum lapor ke polisi dan baru mengadukan ke satpam rumah sakit,” jelasnya.

Humas RSUD Bangil Ghozali menyatakan baru mendengar kasus pencurian yang terjadi di kamar Mawar tersebut saat dikonfirmasi kemarin siang. Dia mengakui, aksi pencurian memang pernah terjadi di rumah sakit setempat.

Bahkan, beberapa kali aduan dari pasien muncul. Dalam penelusuruan, diketahui ada indikasi keterlibatan orang dalam. ”Namun, waktu hendak kami berikan sanksi, ternyata sudah keluar kerja duluan,” jelas Ghozali.

Bukan hanya itu, bahkan pernah ada yang sampai menyaru sebagai perawat. Dia mengenakan seragam perawat, tapi akhirnya ketahuan hingga diproses lebih lanjut. ”Sementara itu, untuk yang kasus sekarang ini, masih akan kami telusuri lebih jauh lagi. Apakah memang ada indikasi keterlibatan orang dalam atau tidak,” sambungnya.

Untuk menjaga keamanan kawasan setempat agar tidak terulang tindak pencurian, pihaknya bakal memperketat pengamanan. Salah satunya, di pintu masuk rumah sakit. ”Kami akan lebih memperketat penjagaan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang,” tutupnya. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top