Tiba di Makassar, Jokowi Sindir Pengusaha – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Tiba di Makassar, Jokowi Sindir Pengusaha

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Presiden Jokowi Dodo bersama rombongan tiba di Bandara Udara Galaktika Hasanuddin kemarin sekitar pukul 16:00 Wita, Selanjutnya melakukan pertemuan tertutup dengan pemuka agama Islam, dilanjutkan dengan menghadiri Tax Ammnesty di Clarion Hotel, pukul 19:30.

Pada kesempatan itu, Jokowi  menyatakan tekanan ekonomi global dan tekanan ekonomi internal telah menjadi tantangan global selama 2 tahun terakhir.

Semua Negara terus memperebutkan capital inflow untuk mendapatkan uang masuk dan investor. Termasuk Indonesia yang berebut arus uang masuk modal dan arus modal dengan negara-negara di ASEAN.

“Tapi kita lupa bahwa kekayaan kita sebetulnya banyak sekali. Uang kita yang berada di bawah bantal, uang kita yang di bawah bantal banyak sekali. Uang yang disimpan di luar negeri banyak sekali,” kata Presiden Jokowi, Jumat (25/11/2016) malam.

jokowi

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaaan wartawan di Hotel Clarion Makassar, Jumat (25/11/2016) malam. POJOKSULSEL/MUH FADLY

Jokowi mengatakan, berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), uang Indonesia yang tersimpan di luar negeri mencapai Rp 11 ribu triliun.

 Bahkan, sindir Jokowi, ada beberapa orang di antara undangan peserta sosialiasi tax amnesty di Makassar,  yang masih menyimpan uangnya di luar negeri.

“Ada beberapa orang di ruangan ini yang masih menyimpan uangnya di luar negeri,” sindir Jokowi.

Pertemuan sosialisasi tax amnesty ini dihadiri  sekitar 4 ribu pengusaha di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Jokowi mengatakan, Indonesia menjadi negara terbaik pada program pajak atau tax amnesty. Angka 8 juta bukanlah angka kecil bila dibamdingkan demgan negara lain.

Namun demikian, Jokowi akan terus mendorong agat arus uang masuk terus meningkat, sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat.

Meningkatnya pertumbuhan Indonesia akan berefek pada kesejahteraan rakyat. Selain itu, dapat juga memicu pembangunan infrastruktur dan pembukaan lapangan kerja .

Jokowi mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2016 terbilang berat. Namun demikian, apabila dibandingkan dengan negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih baik, karena masih di atas 5 persen.

“Pada quartal pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia itu 4,9 persen pada quartal 1. Di quartal 2, 5,18 persen dan quartal 3, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,02 persen,” kata Jokowi.  (Pojoksulsel/fajar)

 

 

To Top