Baling-baling Helikopter Ditemukan di Kawasan Air Terjun Berhantu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Baling-baling Helikopter Ditemukan di Kawasan Air Terjun Berhantu

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Upaya pencarin helikopter yang hilang kontak dalam penerbangan dari Tarakan menuju Long Bawan Malinau, Kaltara, perlahan mulai membuahkan hasil.

Meski tim SAR (search and rescue) gabungan belum dapat menjangkau lokasi karena berada di tengah hutan belantara, namun titik koordinat ditemukannya baling-baling pesawat sudah diketahui.

Lokasi ditemukannya baling-baling tersebut awalnya ditemukan oleh helikopter jenis puma milik TNI AD yang melakukan pencarian dari udara, Sabtu (26/11) kemarin. Baling-baling tersebut terlihat sekitar pukul 11.30 wita di atas pepohonan di antara Sungai Tidung dan Sungai Silau di atas wilayah desa Long Sulit.

Informasi ini diperoleh Radar Tarakan (Fajar Group) melalui siaran komunikasi radio SSB di Kantor Camat Mentarang Hulu di Desa Long Berang yang menjadi posko utama Operasi SAR.

Informasi dari radio SSB menyebutkan, titik koordinatnya berada di 03 derajat, 48 menit 95 detik poin 9. Setelah mendapat petunjuk baru itu, sebagian anggota SAR atau tim pencari dan penyelamat yang dipimpin Dandim 0910/Malinau Letkol Inf Andy Mustafa Akad SE langsung bergeser ke daerah Sungai Tidung dan Sungai Silau yang terdekat dengan wilayah Desa Long Sulit menggunakan helikopter, kemarin.

“Posisi sekarang, pak Dandim di Long Sulit naik helikopter dari Nansarang,” kata petugas Radio SSB di Desa Nansarang sebagaimana dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Minggu (27/11).


Sementara itu, untuk menjangkau lokasi terlihatnya baling-baling helikopter yang dinyatakan hilang kontak itu dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Long Sulit, yakni dengan menggunakan perahu dan dilanjutkan berjalan kaki. Dengan demikian saat ini tim SAR terfokus di Desa Long Sulit.

Mulai mengerucutnya lokasi helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP HA-5166 yang hilang kontak tersebut diperkuat dengan pengakuan masyarakat Dusun Nansarang kepada tim SAR.

Dandim 0910/Malinau melalui saluran radio SSB menyampaikan kepada Pasi Intel Kodim Malinau Lettu Inf Purwoko di Posko Long Berang, bahwa warga dari Desa Nansarang bernawa Lewi (40) mengatakan sempat melihat helikopter tersebut terbang rendah melintasi gunung Laga Feratu.

Infonya, warga melihat heli terbang rendah dan sempat berputar-putar dengan suara kasar, tidak seperti biasanya. Warga juga melihat kode nomor heli tersebut. Namun beberapa menit berselang, terdengar dentuman keras.

Untuk diketahui, posisi Gunung Laga Feratu berada di wilayah RT 3 Desa Nansarang. Perjalanan tim darat yang akan menuju lokasi sekitar Gunung Laga Feratu, diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar 3 hari dari Nansarang, berjalan kaki dengan perjalanan melintasi hutan belantara yang masih virgin.

Di sekitar gunung itu terdapat dua air terjun yaitu air terjun Rueb Matul dan air terjun Rueb Bangada atau air terjun berhantu (menurut penduduk lokal).

Dari pengamatan warga, helikopter tersebut terbang sangat rendah di antara dua gunung yaitu Gunung Fok Yakoi (sebelah kiri) dan Gunung Laga Feratu (sebelah kanan). Tak lama setelah itulah kemudian terdengar suara bunyi seperti ledakan.

“Setelah mendapat informasi bahwa ada helikopter lost contact, kemudian saya langsung melakukan koordinasi,” ungkap Lewi.

Msyarakat dari Dusun Nansarang juga mengaku mendengar dentuman keras tersebut. Hingga berita ini ditulis tadi malam, belum ada proses evakuasi yang dilakukan TNI ke posko terdekat. Namun 7 unit ambulance sudah bersiaga di Lanud Tarakan. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top